Penulis : Tomy Editor : Agustin Effendy
PASANGKAYU, CyberPare.com —Menindaklanjuti persoalan di SD Inpres Lelumpang, Kecamatan Bambalamotu, Kabupaten Mamuju Utara ( Matra), Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), beberapa hari yang lalu, Sejumlah orang tua Murid mendatangi Kantor DPRD Matra, guna menyampaikan aspirasinya, Senin (09/10/2017).
Aksi ini diterima langsung Anggota Komisi I, Ikram Ibrahim dan Erwinda di Ruang aspirasi, dihadir Kepala Dinas Pendidikan Badaruddin, Kepala BKDD Kasmuddin, Kepala UPTD Dinas Pendidikan Bambalamotu, Kasri MH Ali, Kepala Inspektorat, Kepala sekolah, Husniah serta sejumlah orang tua murid dan warga.
Arham Bustaman, Perwakilan dari Orang Tua murid menuturkan, kami melakukan pengamatan, memang terdapat persoalan yang sangat kompleks di sekolah tersebut, yang kurang mendapat perhatian dari kepala sekolah, yakni proses belajar mengajar hanya berjalan tiga (3) kali dalam seminggu, guru sering terlambat dan tiap hari Senin, hampir tidak ada pelaksanaan upacara. Hal tersebut di akibatkan ketidakdisiplinannya managerial seorang kepala sekolah terhadap bawahan serta murid – muridnya, sehingga proses belajar mengajar hampir lumpuh total.
“Persoalan ini, sudah berlangsung selama tujuh tahun dan sebelumnya sudah sering kami sampaikan ke pihak terkait, yakni Dinas Pendidikan dan BKDD bahkan sampai ke Bupati, tetapi sampai hari ini, belum ada respon sama sekali, sehingga menurut saya, persoalan ini terkesan dilakukan pembiaran, “ungkapnya.
Arham Bustaman, juga menhampaikan persoalan lain yang ditimbulkan, adalaj ulah suami (Kepala Sekolah, red), menjadi Ketua Komite, meja dan bangku sekolah kurang memadai, pagar tidak ada, halaman sekolah yang kurang nyaman serta di duga melakukan pelanggaran terkait pemungutan uang terhadap orang tua murid, untuk pembelian mobiler dan baju sekolah, yang tidak ada bukti fisiknya atau fiktif, ujar Arham Bustaman.
“Kami sangat berharap, kepada pihak terkait utamanya Bupati, agar persoalan ini tidak dibiarkan berlarut – larut dan sesegera mungkin melakukan mutasi karena ini menyangkut moralitas pendidik serta pendidikan generasi bangsa ke depan. Kami juga berharap kepada kepala sekolah, agar melakukan introspeksi diri, kalau pun sudah tidak mampu melaksanakan tugasnya, lebih baik mundur saja, “tegasnya.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Matra, Badaruddin mengungkapkan, dalam proses penilaian kinerja kepala sekolah harus melalui empat (4) jenjang yaitu, melalui pengawas, UPTD terkait, kepala bidang dan Kepala Dinas. Tetapi demi mempercepat penyelesaian persoaIan tersebut, ia langsung turun melakukan sidak.
“Saya sudah dua kali turun memantau sekolah tersebut dan memang benar bahwa ketika saya turun, ada beberapa ruang kelas yang kosong, ini menandakan bahwa proses belajar mengajar tidak berjalan sebagaimana mestinya, seharusnya, ketika hal itu terjadi, kepala sekolah langsung mengambil alih kepemimpinan untuk mengisi kekosongan pengajar tersebut, “tuturnya.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah (BKDD) Matra, Kasmuddin mengungkapkan bahwa demi percepatan penyelesaian persoalan, ia telah memerintahkan Tim bagian mutasi bekerjasama dengan Dinas Pendidikan, untuk segera menindaklanjuti dugaan pelanggaran yang dilakukan kepala sekolah tersebut.
Kasmuddin berharap, agar orang tua murid atau pun masyarakat setempat bersabar, menunggu proses investigasi yang sedang berlangsung dan berjanji persoalan ini segera dituntaskan.
Sebagai penerima aspirasi masyarakat, anggota DPRD, Ikram Ibrahim juga berjanji akan menyampaikan langsung kepada Bupati, terkait keluhan masyarakat tersebut, Janjinya.(*)


















