Editor : Ardiansyah
PAREPARE, Cyberpare.Com — Pekerjaan proyek di Kota Parepare yang tidak memaksimalkan tenaga lokal alias “dikuasai” pekerja dari luar kota, menyebabkan laju inflasi di kota kelahiran Presiden RI ke-3 BJ Habibie, tak bisa dihindari.
Disaat seluruh daerah Kab/Kota di Sulsel mencatat hal positif dengan deflasi Indeks Harga Konsumen (IHK), Parepare malah terpuruk dan menjadi satu-satunya daerah yang mengalami inflasi.
Pengamat ekonomi Yadi Arodhiskara membeberkan penyebabnya, Senin (16/10/2017).
Dosen Ekonomi Universitas Muhammadiyah Parepare (Umpar) ini menilai, perputaran ekonomi melambat akibat daya beli masyarakat menurun. Ditengah kondisi itu, kebutuhan warga semakin bertambah sementara dari segi penghasilan tidak mengalami peningkatan.
“Penghasilan masyarakat tetap, sedang pada momen tersebut kebutuhan masyarakat bertambah dan tentu harga juga naik,” jelas Yodi.
Dikatakannya, laju inflasi diperparah dengan pelaksanaan proyek di Parepare yang tidak memaksimalkan tenaga lokal. Padahal angka pengangguran cukup tinggi hampir mencapai 12.000 orang. “Proyek yang menggunakan APBD Parepare, justru dinikmati orang luar,” kritiknya.
“Mereka tentu membelanjakan uangnya di daerahnya sendiri. Penghasilan warga kita (Parepare) mandek, utamanya yang berhubungan dengan proyek itu. Semisal pekerja konstruksi, penyedia bahan bangunan, dan sebagainya,” urai Yodi.
Mestinya Pemerintah Kota (Pemkot) memberdayakan warga sendiri, sehingga terjadi perputaran ekonomi. “Sekecil apapun uang yang mengalir jika itu ke warga kita sendiri pasti sangat berarti,” terangnya.
Sebelumnya, rilis data pada Oktober 2017, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, Sulsel mengalami deflasi pada September 2017 dan sudah kali keempat sepanjang tahun ini.
Dari lima kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Sulsel, hanya satu daerah yang mengalami inflasi yakni Kota Parepare. Adapun empat daerah lainnya termasuk Kota Makassar mencatatkan deflasi.
“Periode September 2017, Sulsel mengalami deflasi 0,07 persen dengan IHK sebesar 129,98. Untuk lima kota, IHK yang menjadi indikator pun hanya satu yang mengalami inflasi yaitu Parepare. Empat daerah lainnya yakni Makassar, Palopo, Bone dan Bulukumba mencatatkan deflasi,” kata Kepala BPS Sulsel Nursam Salam. (*)


















