banner 728x250

Fraksi Nasdem Sebut Kasus Muslimin Bertentangan dengan Taat Azaz TP

banner 120x600
banner 468x60

PAREPARE, CYBERPARE.COM — Fraksi Nasdem DPRD Parepare menyoroti berlarut-larutnya kasus kenaikan pangkat Muslimin, ASN Pemkot Parepare. Kejadian yang dialami Muslimin, disebut bertentangan dengan komitmen taat azaz yang selalu didengungkan Walikota Taufan Pawe.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Fraksi Nasdem Parepare Yasser Latief. YL curiga, ada unsur kesengajaan BKPSDM menahan pangkat Muslimin. Alasan yang disampaikan BKPSDM bahwa menunggu rekomendasi KASN tidak masuk akal.

Muslimin sempat dimintai klarifikasi KASN pada masa-masa Pilwalkot lalu karena foto memakai songkok merah -yang dianggap identik dengan Faisal Andi Sapada, rival Taufan Pawe-.

YL membandingkan dengan kasus 15 ASN Parepare yang juga mendapat rekomendasi sanksi dari KASN. Namun mereka tetap naik pangkat, termasuk Sekda Parepare Iwan Asaad dari IVC ke IVD.

“Sementara Muslimin ini tidak ada rekomendasi KASN. Kok pangkatnya tetap ditahan? Ini jelas sekali bahwa Muslimin ini dizalimi,” tegas Yasser.

“Ini mencederai rasa keadilan dan bertentangan dengan taat azas yang sering diucapkan walikota,” kata Ketua BPH UM Parepare ini.

Yasser heran, sebab mediasi yang dilakukan DPRD tidak digubris oleh BKPSDM. Bahkan telah sampai di Ombudsman.

“Ini akan kami komunikasikan kembali di DPRD. Fraksi Nasdem dengan tegas menolak segala bentuk penzaliman kepada siapapun,” tandas YL.

Sebelumnya, BKPSDMD dan Inspektorat Parepare kompak tidak menggubris dan terkesan tutup mulut kepada media ini, soal tertahannya kenaikan pangkat ASN Muslimin.

Sekretaris BKPSDMD Parepare Adriani Idrus selalu enggan menjelaskan sikap pihaknya dengan proses kenaikan pangkat Muslimin.

Ia bahkan menuduh jurnalis media ini tidak punya etika. Padahal, sudah berkali-kali dikonfirmasi.

Hal serupa dilakukan oleh Inspektorat Husni Syam. Ditanya mengenai apakah Muslimin pernah diperiksa atau terbukti melakukan pelanggaran, Husni tidak menjawab. Ia justru melempar hal itu ke BKPSDM.

Diketahui, kenaikan pangkat Muslimin dari IIIC ke IIID itu tertahan sejak Oktober 2018 lalu. Artinya, sudah tertahan di BKPSDMD selama 15 bulan lamanya. (*)

banner 800x800

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *