CYBERPARE.COM, PAREPARE, — Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Parepare menggelar
Hearing bersama pedagang Pasar Lakessi dengan Dinas Perdagangan Kota Parepare, Selasa (03/03/2020).
Hearing tersebut membahas pedagang yang akan diakomodir di Pasar Gerbang Niaga yang baru selesai
dikerjakan.
Salah satu pedagang, Rafiq, menuturkan saat ini jumlah atau data pedagang melebihi kuota los yang ada.
Sehingga ini perlu dilakukan pendataan dan proses seleksi serta penjaringan yang matang agar tidak ada yang kecewa.
Namun berbagai langkah yang kami lakukan sebagai pedagang yakni, melihat dan mencermati
pedagan yang memiliki KTP Kota Parepare atau kata lain mereka merupakan warga Kota Parepare.
Selain itu, pedagang yang memiliki los lebih dari satu serta pedagang baru.
Sementara, Hj Cicah Djamluddin Kepala UPTD Pasar menyebutkan los yang ada hanya 313 los sementara nama atau data yang ada sekira 543.
Dia mengurai, los yang ada sebanyak 176 di bangunan tugas pembantuan dan pangan kering sebanyak 27 los sementara los untuk DID sebanyak 110 pangan basah.
Sementara saat ini jumlah pedagang yang di Gerbang Niaga dan lorong Pertamina kurang lebih 400 orang kemudian diverifikasi menjadi 196.
“Nama inilah kemudian diverifikasi dan seleksi untuk diakomodir menempati los yang ada,”katanya.
Kemudian nama yang belum diakomodir di Pasar tersebut, maka akan diarahkan ke tempat yang lain.
“Kami akan carikan solusi, sehingga pedagang yang belum terakomodir di los pasar yang baru, maka akan dicarikan tempat lain.
Begitupun dengan pedagang yang berasal dari luar Kota Parepare
akan di arahkan ke TPI Cempae,”katanya.
Sementara, Anggota Komisi III Andi Fudail mengatakan, Pihaknya meminta UPTD mempercepat dan menyelesaikan data atau nama pedagang yang ada, selanjutnya diumumkan nama yang berhak menjadi penghuni lapak atau los.
“Tidak boleh ada penjual yang sudah layak menempati los, kemudian diadakan pergantian. Dan
penjual yang tidak terakomodir namanya, karena persyaratan maka akan diarahkan kelokasi
lain,”katanya.
Untuk penjual ikan yang berasal dari luar Parepare akan dialihkan ke TPI Cempae itu sebagai alternatif dan masih masih dalam usulan.
“Ini masih tahap usulan sebagai alternatif, agar mereka tetap bisa menjual di Parepare,”tutupnya.(*)


















