CYBERPARE.COM, MAROS — Warga desa Borikamase, Kecamatan Maros, Sulawesi Selatan, didampingi LSM Kipfa mendatangi gedung DPRD untuk mengadu terkait pembagian bantuan langsung tunai (BLT) yang dinilai tidak tepat sasaran.
LSM Kipfa Kordinator Wilayah, Malik ST mengatakan, ada beberapa warga tidak menerima bantuan menuntut desa Bori Kamase agar melakukan evaluasi ulang data penerima bantuan langsung tunai (BLT). Hal ini lantaran dinilai ada warga menyesalkan yang tidak layak menerima bantuan namun menerima bantuan tersebut dan begitupun sebaliknya warga yang berhak menerima bantuan namun tidak diberikan hak-haknya selaku penerima bantuan langsung tunai tersebut.
“Kami meminta kepada anggota DPRD dalam hal ini komisi 1 dan komisi 3 untuk melakukan evaluasi ulang terkait bantuan langsung tunai (BLT) tersebut. Ada tiga poin yang kami minta kepada anggota DPRD yaitu evaluasi pembagian Bantuan ke warga, pemasangan sticker ke penerima bantuan dan menarik hak warga yang sudah layak dalam hal ini sudah mampu untuk diberikan kepada warga yang tidak mampu termasuk janda janda yang kurang mampu,” katanya saat rapat dengan pendapat di gedung DPRD.
Menurutnya, keadaan ini memprihatinkan bagi warga yang mestinya mendapat bantuan tersebut. Apalagi ditengah pandemi Covid-19. (Andra)


















