banner 728x250

Teori Telapak Kaki TP Dongkrak Perekonomian Parepare

banner 120x600
banner 468x60

 

Cyberpare.Com, PAREPARE — Laju pertumbuhan ekonomi Kota Parepare dalam kurun tiga tahun terakhir mengalami peningkatan yang cukup signifikan dari tahun ke tahun dibawah kepemimpinan Walikota Parepare, HM Taufan Pawe. Sang nahkoda berhasil menyulap Kota kelahiran Presiden ketiga Republik Indonesia, BJ. Habibie ini menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Sulawesi Selatan (Sulsel).

Diawal memimpin kota ini, Taufan menerapkan teori sederhana yakni teori telapak kaki sebagai start awal kepemimpinannya karena memang sudah bertekad untuk menjadikan Kota Parepare sebagai kota yang peradabannya maju, punya daya saing dibanding dengan daerah lain serta menjadikan Parepare sebagai kota yang tingkat perekonomiannya meningkat.

Dengan teori telapak kaki, Taufanpun melakukan pembenahan-pembenahan dalam bidang infrastruktur kota dengan banyak melakukan pembangunan prestisius yang menjadi ikon kota yang diharapkan mampu menjadi magnet untuk menarik masyarakat, baik dari Kota Parepare maupun dari daerah sekitaran kota Parepare.

Disetiap kesempatan saat Taufan tampil menjadi pembicara baik ditingkat regional maupun nasional, ia selalu mengungkapkan teori telapak kaki yang dipercayainya itu sehingga Kota Parepare bisa menjadi seperti sekarang ini.

“Selama ini saya mempercayai teori telapak kaki, kalau di Parepare banyak telapak kaki yang datang maka percayalah akan banyak sumber-sumber ekonomi baru,” ujar Taufan di beberapa kesempatan.

Dikatakannya, hal ini bukan tanpa sebab, Kota Parepare yang memang terbilang minim potensi sumber daya alam dan jumlah penduduk yang hanya sekitar 137 ribu jiwa ini, membuat Taufan akhirnya berani mengambil terobosan dengan menerapkan teori telapak kaki ini.

“Saya menginginkan telapak kaki yang menginjakkan kakinya di Kota Parepare sebanyak 500 ribu pasang telapak kaki dari jumlah penduduk kota Parepare yang hanya sebesar 137 ribu jiwa pasang tapak kaki,” katanya.

Dan terbukti diusianya yang semakin matang, pertumbuhan ekonomi di Kota Parepare semakin baik  dan berdampak pada tingkat pendapatan perkapita warga Parepare, dimana dari tahun ke tahun mengalami peningkatan.

“Layanan peningkatan ekonomi di Parepare mengalami peningkatan, hal ini bisa dilihat dari data BPS, PDRB Perkapita tahun 2014 sebesar 32 juta dan berhasil meningkat pada tahun 2015 menjadi 36,48 juta. Angka ini merupakan salah satu yang tertinggi di Sulawesi Selatan,” beber Taufan saat memimpin coffee morning bersama jajarannya.

Selain itu, data dari Bank Indonesia menunjukkan bahwa peredaran uang di Kota Parepare saat ini bisa mencapai 130 milliar setiap bulannya. “Ini menjadi bukti nyata kalau perekonomian di Kota Parepare memang mengalami peningkatan signifikan. Parepare kini menjadi salah satu daerah penyangga perekonomian di Sulawesi Selatan,” tandas Taufan. (Ardi)

banner 800x800

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *