Laporan : Tomi
PASANGKAYU,Cyberpare.Com –Mendapatkan Laporan adanya tanda tanda minyak mentah. Bupati Matra, Agus Ambo Djiwa, bersama Kapolres Matra, AKBP. Made Ary Pradana, mengadakan Eksplorasi (penjelajahan Lapangan) ke tempat pengeboran minyak blok Kuma di Desa Saptanajaya, Kecamatan Sarudu, beberapa waktu lalu.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati mendapatkan laporan dari manajemen PT. Stockbridge Budong-Budong (SBB), yang melakukan eksplorasi di blok Kuma, bahwa kedalaman pengeboran telah mencapai 315 meter.
“Sekarang ini sudah mencapai kedalaman 315 meter, jadi tanda-tandanya sih sudah ada minyak berdasarkan laporan penanggungjawab disini, yang sebelumnya direncanakan hanya kedalaman 500 meter sudah dapat minyak” tutur Bupati Matra Agus Adj.
Agus berharap, dengan adanya eksplorasi minyak di Sarudu, bisa membawa dampak positif bagi masyarakat dan daerah, sebagai kabupaten yang baru berkembang.
Lokasi tempat PT. SBB, melakukan eksplorasi berdampingan langsung dengan areal hak guna usaha (HGU) PT. Surya Lestari, anak perusahaan PT. Astra Agro Lestari, yang diduga tumpah tindih terkait pembebasan lahan.
“Tidak ada persoalan, karena perusahaan sawit itu diatas sedangkan perusahaan minyak ini dibawah, kalau kita bicara prosedur dan strategis, minyak itu lebih strategis, jadi kalau potensi minyak itu ada ya tentu kita dahulukan minyak ketimbang sawit” ungkap Agus.
Companyman PT. Stockbridge Budong-Budong, Dedi Mulyadi, mengatakan, sekarang ini kedalaman sudah mencapai 315 meter dan tinggal mengebor lagi berkisar 200 meter, untuk mencapai aliran minyak. Dan apabila telah mendapatkan minyak dan jumlahnya banyak, maka akan diajukan ke Pemerintah untuk dikembangkan.
“Hasil pengeboran ini nanti menunggu proses, kalau kita dapat minyak itu harus dibuktikan dulu seberapa banyak, potensinya gimana kita evaluasi, analisa, secara ekonomis memungkinkan barulah kita ajukan ke Pemerintah untuk dikembangkan, jadi proses itu perlu waktu dan apabila sumur ini membuahkan hasil, barulah kita buat lagi sumur berikutnya” ungkap Dedi Mulyadi. (*)


















