CYBERPARE.COM,MAROS, — Kisruh warga terkait pembebasan lahan rel kereta api (KA) di maros dan sesuai keluhan warga dua desa yakni desa telluppocoe dan desa marumpa kecamatan marusu.
Melalui Sekjend DPC AJOI (Dewan Pimpinan Cabang Aliansi Jurnalistik Online Indonesia Maros) Nur Fajriansyah Mendesak DPRD Maros segera membentuk Panitia Khusus (Pansus) terkait dugaan penyalahgunaan anggaran pembebasan lahan rel kereta api.
Nur Fajriansyah mengatakan ” DPRD maros harus mengambil sikap tegas untuk membentuk Pansus sebab warga menerima harga yang sangat tidak sesuai dengan harga standart,”Pungkasnya”.
Perbedaan harga yang menuai protes warga dan hal itu sangat membuat masyarakat rugi hingga milyaran rupiah dan badan usaha milik warga yang tidak dipikirkan dampaknya sama sekali.
Fajriansyah menegaskan ” DPRD Maros harus membentuk pansus segera, sebab apa yang di paparkan panitia Rel Kereta Api sangat kontras dengan apa yang terjadi di lapangan, warga yang menolak harga yang sangat murah dan sangat jauh dari kata standart, sedangkan satu hamparan tanah banyak harga di dalamnya, dan yang kami pertanyakan kenapa ada harga yang bervariasi di satu hamparan dan disatu sertifikat,”tegasnya”.
Sekjend AJOI DPC Maros itu berharap kepada DPRD untuk merealisasikan permintaan masyarakat untuk mengusut tuntus dugaan penyalahgunaan anggaran pembebasan lahan rel kereta api (KA).
“Kami berharap sikap tegas dari DPRD maros, agar hak dari rakyat itu diselamatkan sebab kerugian warga mencapai milyaran rupiah dan kejanggalan pembayaran pembebasan lahan yang sangat kami duga ada kongkalikong sebab satu objek tanah ada beberapa harga berbeda didalamnya,”tutupnya”.(cp5)


















