Cyberpare.Com, PAREPARE — Walikota Parepare HM Taufan Pawe (TP), meminta kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar lebih responsif serta membuka ruang terhadap masyarakat untuk menyampaikan keluhan dan persoalan yang dialami, khususnya pada bagian birokrasi pelayanan.
Hal tersebut bertujuan agar segala aspirasi dan keinginan masyarakat dapat tersampaikan dengan baik kepada Pemerintah Daerah, sehingga apa yang diinginkan oleh masyarakat dapat segera dikaji dan dicarikan solusi. “Karena tujuan akhir proses penyelenggaraan pemerintahan di Kota Parepare adalah demi kepentingan dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Taufan.
Olehnya itu, Taufan meminta kepada 33 OPD di lingkup Pemkot Parepare harus responsif dan tanggap terhadap keluhan-keluhan masyarakat. “Setiap OPD punya bidang masing-masing. Kalau OPD-nya tanggap dan responsif masyarakat kita tentunya dapat terlayani dengan baik,” kata Taufan.
Sebagai pemimpin yang peduli, Taufan mengaku sangat haus dengan kritikan-kritikan dan masukan dari segala pihak terkait proses penyelenggaraan pemerintahan, demi terwujudnya Parepare Maju, Peduli Mandiri dan Bermartabat, yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat. “Kritikan yang dimaksud adalah kritikan yang mempunyai solusi, bukan asal kritik,” ucapnya.
Penegasan itu berulang kali disampaikan Ketua DPD II Partai Golkar Parepare ini di berbagai kegiatan Pemerintah Daerah Kota Parepare di depan seluruh pejabat lingkup pemerintahannya.
Dikatakan Taufan, Walikota beserta seluruh jajaran Pemerintahan Kota (Pemkot) Parepare itu adalah pesuruh rakyat. “Sebagai pesuruh rakyat, kita harus mewakafkan diri demi kepentingan masyarakat banyak. Apapun keluhan dari masyarakat dalam hal pelayanan itu sudah tanggungjawab kita semua,” jelasnya.
Sebagai pemimpin yang membangun konsep pemerintahan yang religius, Jabatan itu (Walikota) merupakan amanah dari Tuhan dan sifatnya hanya sementara saja. “Setiap masa mempunyai pemimpin yang berbeda, dan setiap pemimpin sudah pasti mempunyai masa, Jabatan ini hanya sementara saja,” tutur Walikota yang juga putra asli kelahiran Parepare ini.
Olehnya itu, lanjut Taufan, sebagai pemimpin yang dipilih langsung oleh rakyat, sudah menjadi harga mati bagi Pemerintah Kota Parepare melayani dan menghadirkan apa yang diinginkan oleh rakyat.
Taufan menekankan, pejabat harus menyadari betul tanggungjawab yang diamahkan oleh rakyat. Semua harus bergerak dalam proses penyelenggaraan pembangunan demi kepentingan masyarakat.
“Tidak boleh ada sekat-sekat dengan masyarakat. Semua harus turun kebawah karena pemerintah ingin ada lompatan peningkatan program pembangunan yang pada akhirnya demi kesejahtraan,” katanya.
Terlebih, saat ini Pemkot Parepare telah menghadirkan program Dinamika Pembangunan sebagai ruang komunikasi dan interaksi pemerintah dengan masyarakatnya yang disiarkan langsung di radio peduli.
“Di program itu pemerintah membuka ruang dengan masyarakat. Semua dapat berinteraksi menyampaikan keluhan secara langsung,” terangnya.
Taufan juga mengingatkan kepada seluruh jajarannya, bahwa pemerintahannya terus mengedepankan sistem transparansi dan akuntabel dalam menjalankan program pembangunan daerah, termasuk pengelolaan uang rakyat.
“Dari awal kami komitmen untuk mengedepankan sistem transparansi serta akuntabel. Semua terukur, dan kita buktikan dengan pembangunan yang ada sekarang. Semua itu untuk rakyat karena kita tidak ingin mengecewakan rakyat,” papar Taufan.
Pemerintahan dengan sistem transparansi dan akuntabel, kata dia, juga bertujuan untuk menghindari tuduhan-tuduhan negatif dalam pengelolaan uang rakyat. “Semua bebas mengeluarkan pendapat namun harus dalam tataran logis. Kritik tapi memberikan solusi,” tandas Taufan. (ardi)


















