banner 728x250

66 Wartawan Ajatappareng Terima Sertifikat Diklat PWI Sulsel

banner 120x600
banner 468x60

CYBERPARE.COM, PAREPARE,—Sertifikat Pendidikan Latihan Dasar dan Lanjutan diserahkan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulsel, diwakili Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI Sulsel, Drs H Mappiar HS MSi di Cafe Rara, Kamis (05/11/2020).

Mappiar pada sambutan sebelum penyerahan sertifikat dan kartu tanda anggota menyampaikan permohonan maaf Ketua PWI Sulsel H Agussalim Alwi Hamu yang tidak sempat hadir, karena ada tugas yang tak kalah pentingnya.

Lanjut Mappiar mengemukakan, jika anggota PWI harus dapat menjaga harkat martabat organisasi.

Sekilas Mappiar menjelaskan, histori dan eksistensi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang lahir 9 Februari 1946 terhadap perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Dalam sejarah mencapai Indonesia merdeka, wartawan Indonesia tercatat sebagai patriot bangsa  bersama para perintis pergerakan di berbagai pelosok tanah air yang berjuang untuk menghapus penjajahan.

Di masa pergerakan, wartawan bahkan  menyandang dua peran sekaligus, sebagai aktivis pers yang melaksanakan tugas-tugas pemberitaan dan penerangan guna membangkitkan kesadaran nasional dan sebagai aktivis politik yang melibatkan diri secara langsung dalam kegiatan membangun perlawanan rakyat terhadap penjajahan,

Kedua peran tersebut mempunyai tujuan tunggal, yaitu mewujudkan kemerdekaan bangsa dan negara Indonesia.

Dan saat ini, kedudukan dan peranan wartawan khususnya, pers pada umumnya, mempunyai arti strategik sendiri dalam upaya berlanjut untuk mewujudkan cita-cita  kemerdekaan.

Secara khusus Mappiar mengingatkan, bahwa kemandirian PWI itu mutlak, dan anggota PWI tidaklah dibenarkan merangkap dua, baik itu status politik maupun rangkap organisasi pewarta lainnya, “saya berharap kepada Ketua-ketua lebih bersinergi dan tegas dalam keanggotaan.” ujar yang juga Direktur Koran Harian Pare POS.

“Saya tujuh tahun sebagai pengurus PWI Sulsel, dan karena saya sebagai juru bicara gubernur Syahrul Yasin Limpo kala itu, maka konsekuensinya saya harus mundur dulu dari PWI”, ilustrasi Mappiar.

Ia menambahkan, bahwa dalam organisasi PWI terdapat bidang yang khusus menangani pembelaan wartawan yang diketuai oleh Faisal Palapa yang juga Sekretaris PWI Sulsel. Bidang tersebut dapat dimanfaatkan bagi para anggota untuk bantuan pendampingan hukum, pungkasnya lagi.

“Mudah-mudahan dengan adanya kartu tanda anggota menambah semangat kita dalam dunia pers,” harap Mappiar.

Penyerahan 66 sertifikat Diklat beserta kartu tanda anggota PWI Sulsel masing-masing diterima oleh Ketua PWI se_ Ajatappareng; – Parepare/Barru brahim Manisi,

  • Pinrang Masrul Umar SE MM,
  • Sidrap/Enrekang Marno Pawessai MP.

Rincian penerimaan 66 sertifikat dan kartu tanda anggota PWI se_Ajatappareng, meliputi PWI Barru/Parepare 50 orang, diklat dasar 32 orang dan lanjutan 18 orang, PWI Sidrap/Enrekang 6 orang, diklat dasar 1 orang dan lanjutan 5 orang, PWI Pinrang 8 orang, diklat dasar 6 orang dan lanjutan 2 orang.

Pendidikan dan Pelatihan Jurnslistik Tingkat Dasar dan Lanjutan yang diselenggarakan beberapa waktu lalu di Graha Pena Makassar, Sabtu 10 Oktober 2020.

Dengan tema “Mendorong Peningkatan Kualitas SDM Media Online Menuju Pers Berkualitas” dibuka oleh wakil ketua bidang organisasi PWI Sulsel H Ismail, dan ditutup Ketua Bidang Organisasi PWI Pusat H Zulkifli Gani Ottoh.

Acara penerimaan sertifikat dihadiri Ketua PWI se_Ajatappareng beserta sejumlah wartawan.

(Jamal)

banner 800x800

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *