CYBERPARE.COM,MOROWALI,–Pelatihan lanjutan satpam gada Madya gelombang ke 7 periode tahun 2020-2021 adalah salah satu upaya untuk menghasilkan anggota satpam yang memiliki sikap mental kepribadian kesamaptaan fisik Memberikan pengetahuan dan keterampilan manajerial kesatpaman anggota security PT.MSS( Morowali Security Servis) yang memiliki kualifikasi supervisor sehingga mampu melaksanakan tugas kesatpaman di tingkat lanjut minimal mampu menangani permasalahan keamanan di lingkungan tugasnya
Sesuai peraturan kepolisian No 4 tahun 2020 tentang PAM Swakarsa,Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 18 tahun 2006 tentang pelatihan dan kurikulum satuan pengamanan
Menurut Plt di rektur PT MSS. ,Drs Sahrul Abbas SH.MAP yang di wakili ketua panitia pelaksana Kegiatan Kapusmin PT MSS , Syamsudin 10/11/2020 maksud dan tujuan dilakukan kegiatan ini untuk memberikan gambaran kepada pimpinan tentang rangkaian kegiatan pelatihan lanjutan satpam gada Madya gelombang ke-7 periode 2020-2021 dengan tujuan dapat memberikan energi positif bagi seluruh peserta pelatihan sehingga dapat meningkatkan kemampuan dan kualitas kerja yang baik dan profesional
kegiatan pelatihan lanjutan satpam gada Madya 7 periode tahun 2020-2021 diikuti 67 orang peserta waktu pelatihan akan dilaksanakan dari tanggal 10 November sampai dengan 16 November 2020
Pelatihan tersebut dilaksanakan di area Mess Safa desa labota Kecamatan Bahodopi Kabupaten Morowali propinsi Sulawesi Tengah

Pembukaan kegiatan pelatihan tersebut yang di buka lansung AkBP Karjono Liwang S,Sos Kasubdir Binmas Satpam Polda Sultra, yang di dampingi Kompol M,Mansur kasi korwas polda sultra, serta Bamin Subdir Satpam Polda Sultra, dan stap administrasi Mudawam.
Hadir dalam kegiatan tersebut PADAL AIRUT IPTU Ardi, PADAl Brimob AIPTU AGus Sutrasno,SERTU Basri babinsa Labota, LETTU laut Suherman
,Serta beberapa Pejabat PT.MSS
Pelatih/ struktur dari direktorat Binmas Polda Sultra dalam pelaksanaan pelatihan ini menggunakan dua metode pokok yaitu metode lapangan dan metode kelas, metode lapangan materi pembelajaran di lapangan sedangkan metode kelas digunakan untuk materi materi pembelajaran di kelas dengan pendekatan ceramah tanya jawab diskusi dan penyelesaian kasus baik metode kelas maupun metode lapangan secara terstruktur dan simultan sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada pola pendukung 160 jam pelajaran (ful)


















