PAREPARE, Cyberpare.Com — Pemerintah Kecamatan Bacukiki bersama para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), menggelar sosialisasi untuk masyarakat kurang mampu khususnya calon penerima manfaat PKH, di Aula Kelurahan Galung Maloang Kecamatan Bacukiki Kota Parepare, Selasa (14/11/2017).
Sosialisasi yang dirangkaikan dengan kegiatan validasi dan verifikasi data keluarga calon penerima manfaat ini, dibuka Camat Bacukiki yang diwakili Kepala Seksi Ekonomi dan Kesra, Ita Purnamasari.
Turut hadir para perwakilan kelurahan se-kecamatan Bacukiki serta pendamping PKH, Kartini yang juga sebagai narasumber pada sosialisasi tersebut.
Tahun 2017 ini, Kecamatan Bacukiki mendapatkan tambahan calon penerima manfaat program PKH sebanyak 38 keluarga dengan perincian Kelurahan Lompoe (17 keluarga), Kelurahan Galung Maloang (15 keluarga) dan Kelurahan Lemoe (6 keluarga).
Pendamping PKH, Kartini menjelaskan bahwa data keluarga sebanyak 38 untuk wilayah Kecamatan Bacukiki merupakan data dari Pemerintah Pusat, dalam hal ini Kementerian Sosial yang langsung dikirimkan secara online melalui aplikasi elektronik PKH (e-PKH).
“Jadi kami hanya bertugas untuk memvalidasi kembali data-data tersebut, adapun hasilnya nanti tetap akan ditentukan oleh pusat. Apalagi data ini diambil dari TNP2K yang sumber datanya dari BDT update 2015,” jelasnya.
Olehnya itu, kata dia, hendaknya dalam proses validasi dan verifikasi data ini para masyarakat yang terdaftar sebagai calon penerima manfaat program PKH dapat menunjukkan semua komponen-komponen yang menjadi syarat kepesertaan PKH.
“Ada tiga komponen yang menjadi syarat utama program ini, yaitu keluarga harus ada balitanya, ada anak sekolahnya dan ada lansianya. Ini yang kita verifikasi dan data kuota 38 keluarga ini bisa saja berkurang kalau tidak memenuhi persyaratan,” ungkap Kartini.
Sementara itu, Kasi Ekonomi dan Kesra, Kecamatan Bacukiki, Ita Purnamasari mengharapkan agar program-program bantuan Pemerintah Daerah dapat bersinergi dengan Program Keluarga Harapan dalam rangka mengentaskan kemiskinan khususnya di Kota Parepare.
“Program ini penting dan kita harus dukung terlebih untuk pengentasan kemisikinan. Apalagi masyarakat yang jadi peserta PKH ini adalah masyarakat kategori miskin paling bawah, sehingga seharusnya mereka inilah yang betul-betul butuh untuk diperhatikan, setidaknya hal ini dapat memutus rantai kemiskinan,” tandasnya. (*)


















