CYBERPARE.COM,MAKASSAR, – Jaringan Aktivis Sulawesi (JAS) menilai pelaksanaan muktamar Partai Persatuan Pembangunan yang dilaksanakan di Sulawesi selatan tepatnya di Kota Makassar pada pertengahan Desember nanti, berpotensi sebagai klester baru Covid-19. Seperti kejadian yang menghebohkan akibat pengumpulan massa dalam jumlah banyak yang menyebabkan penyebaran virus Covid19 secara massif di ibu kota Jakarta sehingga pemerintah pusat melarang segala bentuk kegiatan yang bentuk pengumpulan massa.
Muktamar partai persatuan pembangunan akan dilaksanakan di Makassar pada 18 hingga 21 Desember 2020, dengan menghadirkan 1.249 pemilik suara. Kabarnya partai berlambang Ka’bah akan menghadirkan Presiden Jokowidodo.
“Selaku ketua umum Jaringan aktivis Sulawesi dalam waktu dekat ini akan melakukan komunikasi jaringan Bersama para aktivis lain bahkan akan melibatkan BEM Kampus di Makassar untuk menolak pelaksanaan muktamar PPP. Keinginan kami ini didasari atas keperihatinan penyebaran klaster baru covid19 tanpa ada tendensi politik, Silahkan berkegiatan muktamar asal jangan di kota makassar kami tercinta ini,” tutur Akbar.
Apabila satgas covid19 dan Gubernur Sul sel mengijinkan kegiatan tersebut maka Jaringan Aktivis Sulawesi akan menggalang kekuatan membawa kasus tersebut keranah hukum. Sebab Kesehatan masyarakat Sulawesi Selatan di atas segalanya. (Cp5)


















