banner 728x250
DAERAH  

Desa di Luwu, Dinilai Lamban Berinovasi

banner 120x600
banner 468x60

Reporter : Amran / Agustin Effendy

Luwu, Cyberpare.com —- Program Inovasi Desa (PID) dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT) yang mulai disosialisasikan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Luwu, Rabu Pagi (15/11/2017) hingga saat ini dinilai masih banyak Desa mengalami kendala dalam melakukan inovasi.

Hal ini disampiakan Wakil Bupati Luwu, Amru Saher, dalam sambutannya, dalam acara program sosialisasi Inovasi Desa, Ia menilai melalui program ini, dapat memberikan pemahaman terhadap Kepala Desa dalam melakukan Inovasi, sehingga akan lahir rumusan baru atau inovasi program desa, dalam membantu mewujudkan Desa Mandiri dan Berdaya saing, serta memunculkan Desa yang terkemuka di Kabuapten Luwu.

“Selama 3 tahun belakangan ini, Pemerintah Desa hanya melaksanakan kegiatan berulang, tidak ada yang baru,  seperti tahun kemarin pembukaan jalan baru sampai sekarang itu lagi yang dilakukan, begitupun drainase hanya berbeda ukuran saja,’ ucapnya.

Untuk itu, menurutnya, dalam membnagun Desa yang berinovasi, perlu membangun kebersamaan pada semua pihak,  yakni Pemrintah, mayarakat, dan Pendamping Desa untuk bersepakat untuk mmbuat terobosan baru di Desa.

“ Harapan kami Pemerintah Luwu teman-teman Kades dibantu pendamping desa untuk melahirkan inovasi baru selain memenuhi Infrakatruktur desa, tentunya dengan sumber daya lokal yang kita miliki di tiap desa, dimana kalau ini kita desak untuk masing-masing berinovasi, maka 207 Desa di Luwu punya 2017 inovasi yang berbeda yang siap bertanding, Inovasi ini membantu lebih Desa lebih berdaya dan mensejahterakan masyarakat di masa mendatang,” harapnya.

Lanjut Amru Saher, pemerintah Desa dalam hal pelaporan administrasi sudah bagus namun masih terkendalam dalam admnistratif.

“Walaupun pengunaan Dana Desa sudah berjalan dengan baik, namun secara administratif pelaporan pertanggung jawaban Desa di sebagian masih lambat masuk,  sehingga hal ini mempengaruhi pelopran LPJ Pemerintah Kabupaten Luwu ke BPK. Sebab tahun ini Dana Desa juga sudah masuk dalam APBD sehingga LPJ Luwu sudah terlambat 2 bulan,” tambahnya.(*)

banner 800x800

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *