banner 728x250
BERITA  

Pria Mengaku Pimpinan LSM Minta Maaf, Usai Ngamuk Ditegur tak Mengenakan Masker

banner 120x600
banner 468x60

CYBERPARE.COM, MAKASSAR — Pria tak mengenakan masker sambil marah-marah ditegur oleh petugas satpam disalah satu bank yang ada di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Setelah videonya ramai beredar di media sosial, pria yang mengaku pimpinan LSM itu akhirnya meminta maaf, ia mengaku tak bisa bisa menahan emosi karena lapar.

“Kami dari pimpinan LSM bersama staf jajarannya meminta maaf kepada Bapak Presiden Jokowi atas pelanggaran yang kami lakukan, yaitu protokol kesehatan tidak menggunakan masker. Kepada Bapak Menteri Kesehatan, Kapolri bersama jajarannya atas kekeliruan kami yang mengamuk di depan kantor BRI di Jalan Irian Kota Makassar,” ujar sang pria yang meminta maaf lewat video.

Pria tersebut mengaku salah lantaran tak menggunakan masker, bahkan dia menyebut reaksinya bukan karena faktor arogansi. Tetapi hanya ingin menarik uang di ATM dengan alasan lapar.

“Bukan sifat arogansi, bukan karena kesengajaan, tetapi hanya sesuatu hal, yaitu kami lapar dan mau mengambil uang dan itu saja yang kami lakukan,” tutur pria tersebut.

Dia pun meminta maaf kepada pihak lain, diantaranya tenaga kesehatan yang selama ini berada di garda terdepan untuk menyembuhkan pasien terkonfirmasi Covid-19. Ia juga mengaku telah melanggar, karena tak mematuhi protokol kesehatan.

“Dan memang suatu pelanggaran bagi kami karena tidak mematuhi protokol kesehatan, kepada seluruh dokter, kepada perawat, kami pimpinan LSM beserta jajarannya memohon maaf kepada seluruh rakyat Indonesia sebesar-besarnya, sekian dari kami terimakasih,” ucapnya.

Sementara, Fikri, pihak bank BRI Makassar mengatakan, pihak bank dalam hal ini sekuriti tidak ada maksud menghalangi pria tersebut untuk transaksi, hanya mengingatkan menerapkan protokol kesehatan.

“Mau ke ATM yang kebetulan ATM-nya itu di dalam ruangan gitu. Padahal, sesuai protokol kesehatan kalau mau masuk ruangan harus menggunakan masker. Kebetulan nasabah itu tidak pakai masker. Jadi, satpam nggak bolehin masuk sebelum pakai masker. Itu saja sebetulnya masalahnya,” ujarnya, Jumat (29/1/2021) kemarin.

Alasan pria tersebut mengamuk lanjut Fikri, karena merasa didorong oleh sekuriti saat ditegur tak mengenakan masker. Sekuriti hanya menahan pintu agar nasabah yang dimaksud tak masuk ruangan.

“Tidak ada dorong mendorong, dia menahan pintu. Artinya, nahan pintu itu sempat di awal dari awal itu saja, jadi tidak ada dorong-mendorong,” tandasnya.

Terlepas dari ribut-ribut tersebut, Fikri mengatakan peristiwa itu telah diselesaikan secara kekeluargaan. Tak ada upaya hukum, baik oleh pihak bank maupun nasabah. (AU)

banner 800x800

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *