LUWU,Cyberpare.Com — Isak tangis mengiringi pemakaman seorang pelajar yang ikut melaut beraama nelayan di dusun Balambang Desa Raja Kabupaten Luwu Sulawesi Selatan, Minggu (19/11/2017) tewas dan dimakamkan Siang tadi. Korban adalah Aprian (18 tahun) tewas setelah perahu yang ditumpanginya bertabrakan dengan perahu lainnya di wilayah perairan teluk Bone. Korban dimakamkan di pemakaman keluarga.
Proses pemakaman korban diwarnai isak tangis keluarga, adik korban tidak menerima apa yang dialami oleh kakaknya dan sempat menangis histeris namun pihak keluarga berusaha menenangkan.
Kejadian tabrakan perahu nelayan ini terjadi Minggu malam sekitar pukul 19.30 wita, di perairan teluk Bone. Perahu yang ditumpangi oleh korban bermaksud kembali ke perkampungan untuk membawa hasil tangkapan namun ditengah perjalanan tiba-tiba ditabrak perahu lainnya yang tidak memiliki lampu sorot sehingga keempat korban terjatuh kedalam laut sementara Alprian seorang pelajar SMA Bua yang ikut melaut terjepit diantara kedua perahu yang bertabrakan hingga tewas.
Menurut kepada Desa Raja Kusair Ishaq, bahwa korban yang meninggal dunia adalah pelajar SMA kelas tiga. Saat kejadian korban masih sempat dirawat di Puskesmas Bua, namun karena kondisi tidak memungkinkan Korban dilarikan ke RSUD Sawerigading Kota Palopo.
“Korban tak dapat diselamatkan setelah menjalani perawatan. Korban biasanya melaut untuk mengisi waktu libur dan membantu orang tua mereka untuk mencari nafkah,” ujar Kusair Ishaq.
Sementara korban yang masih dinyatakan hilang yakni Tahar masih dilakukan pencarian oleh Tim Gabungan Basarnas, TNI, Polri dan Nelayan setempat hingga Minggu petang tadi. (*)


















