POLMAN, Cyberpare.com — Puluhan Mahasiswa dari Gabungan KPM PUS Polman Melakukan Aksi unjuk rasa dikantor Dprd Polman Rabu( 22 /11) dalam Aksi Mahasiswa dari Kerukunan Pelajar Pitu Ulunna Salu (KPM-PUS) Polman yang berlangsung di kantor DPRD Polman berlangsung panas dan nyaris Ricuh.
Situasi sempat memanas saat mahasiswa melakukan Aksi membakar spanduk didepan pintu Masuk ruangan DPRD Polman namun dihalau oleh aparat Kepolisian
Sebelum Massa Memasuki Ruang Aspirasi massa menyempatkan berorasi di depan kantor DPRD, lalu mahasiswa kemudian bergerak ke ruang DPRD Polman untuk menemui Komisi IV yang membidangi pendidikan.
Dalam tuntutannya, mahasiswa tersebut mendesak Dinas Pendidikan Sulbar agar dana Bantuan Operasional Manajemen Mutu (BOMM) segera dicairkan. Menurutnya, dalam Masalah ini ada indikasi penyalahgunaan wewenang dan jabatan dalam pengelolaan dana tersebut.
Kata mereka, terdapat beberapa sekolah di Polman belum menerima dana tersebut. “Harusnya dana BOMM ini cair per tiga bulan. Namun sejak awal 2017 hingga kini dana tersebut belum pernah cair,” ungkap Irfan selaku kordinator Aksi
Saat massa hendak menerobos Masuk keruang Komisi IV mereka sempat beradu mulut dengan wakil ketua DPRD Polman Amiruddin saat berusaha masuk di ruang Komisi IV.
“Kami sarankan, kalau mau bertemu Komisi IV, silahkan menyurat dulu sebelumnya,” kata Amiruddin.
Suasana kembali memanas saat seorang anggota DPRD memukul lengan korlap mahasiswa. Namun peristiwa ini langsung diredam oleh aparat keamanan yang tengah Berjaga
Karena tak satu pun anggota Komisi IV berada di tempat,Namun mahasiswa tetap diterima oleh wakil ketua DPRD Polman Amiruddin di ruang aspirasi.
Dalam dialog antara Wakil ketua DPRD Dan mahasiswa , diperoleh hasil kesepakatan sementara, pihak DPRD akan menyampaikan aspirasi mahasiswa ke Komisi IV. Sementara, mahasiswa mengancam akan kembali melakukan aksi yang sama jika tuntutan mereka tidak terpenuhi.
“Kalau tidak ditepati, kami akan turun langsung ke Diknas Provinsi. Kami ingin Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulbar segera dicopot,” tegas Irfan, Korlap Mahasiswa. (*)


















