banner 728x250
DAERAH  

Terkait Dugaan Keracunan Makanan, Polisi Kunjungi SD Alfami. 

banner 120x600
banner 468x60

PALU, Cyberpare.com — Dugaan Keracunan Makanan yang menimpa puluhan siswa SD Alfami dan Gurunya, Senin kemarin. Pihak Kepolisian Polres Palu mengunjungi SD Alfami Jl. Gelatik, Kec. Palu Selatan Kota Palu.

Kapolres Palu AKBP Mujianto, S.I.K, berharap kejadian tersebut tidak terulang lagi dan menghimbau kepada seluruh orang tua siswa dan para guru di sekolah lebih memperhatikan dalam memberikan makanan terhadap anak-anaknya di sekolah, dan tidak membolehkan siswa jajan sembarangan yang belum tentu kebersihan dan kesehatannya.

Kunjungan pihak Kepolisian ke SD Alfami ini, juga bukti keseriusan pihak Kepolisian  untuk menyelidiki dan mendalami kasus keracunan makanan ini, terang AKBP.Mujianto.

Kejadian dugaan keracunan makanan ini, berawal dari pengakuan salah seorang Guru di SD Alfahmi yang juga korban keracunan, Ia adalah Nur Sehan Spd. (32) Ia seorang Guru  honorer.

Mengaku, sekitar pukul 09.00 wita siswa dan guru di SD tersebut dihidangkan kue dan selanjutnya sekitar satu jam kemudian, siswa dan guru dihidangkan nasi goreng,  usai mengkknsuksi Nasi Goreng inilah, siswa  merasa mual-mual dan muntah serta merasa pusing. Sehingga sebagian siswa dan guru langsung dilarikan ke rumah sakit Balai Keselamatan. Selain di RS.Balai Keselamatan, Siswa dan Guru ini juga dirujuk ke Beberapa RS. Di Kota Palu antaranya, RS. Wirabuana, RS. Samaritan

Rs.Budi Agung, RS.Balai Keselamatan, RS.Anutapura, Dan RS.Undata. Namuh pihak Rumah sakit, belum mengijinkan mendata puluhan siswa dan guru yang keracunan itu,dengan alasan   jumlah korban belum bisa dipastikan karena masih banyak korban yang bertambah disetiap Rumah Sakit.

Pengakuan,dr.Putri Michiko,  salah satu Dokter di RS. Balai Keselamatan yang menangani para siswa dan guru,  menjelaskan jika anak sekolah ini rata-rata muntah dan mual. masuk di RS. Balai Keselamatan sekitar 50 orang  namun masih terus berdatangan.

Dari analisa Dokter,  informasi dari guru-guru yang mendampingi gejala tersebut, usai mengkonsumsi nasi goreng yang dibagikan sekolah dan diduga mengalami keracunan makanan, ungkap Dokter ini.(Tomy – Effendy)

banner 800x800

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *