LUWU, Cyberpare. Com — Wah, ternyata ada juga anggota Dewan yang berani mengungkap dugaan korupsi di depan KPK, ia adalah Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Luwu Timur, Muhamad Siddik Membongkar Borok Anggota Dewan dan Satuan Perangkat Kerja Daerah 9SKPD) di Luwu Timur.
Waktu Penetapan APBD Lalu Ada Anggota Dewan Minta -Minta Uang Ke SKPD dan Ia Juga mengatakan Hal Seperti Itu Ibarat Kentut Baunya Tercium Tapi Tidak Kelihatan.
Hal Ini Disampaikannya Didepan Deputi Pencegahan Korupsi Komisi Pemberantasan Korupsi Saat Mendatangi DPRD Luwu Timur Dalam Agenda Monitoring Pencegahan Korupsi Terintegrasi Kamis siang (07/12/2017)
Tatap muka antara anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Luwu Timur dengan deputi pencegahan Tindak Pidana Korupsi Komisi Pemberantasan Korupsi di kantor DPRD luwu timur berlangsung panas
Wakil ketua DPRD Muhammad Sidiq, akhirnya membongkar ada yang tidak beres dalam penetapan anggaran pendapatan daerah lalu dimana dia menyebut ada anggota dewan yang minta-minta uang ke satuan perangkat kerja daerah di luwu timur
Bahkan ia juga menyorot Kepala Dinas yang menyetor uang, Siddiq juga menyebut hal ini sudah disampaikannya ke Bupati Luwu Timur agar menyampaikan ke kepala dinas agar tidak melayani permintaan uang dari anggota dewan
“Saya sampaikan ke bupati ada teman (dewan) minta-minta uang, saya beritahu tolong jangan kasih uang,ini juga SKPD ngapain kasih uang, kalau anda benar pertahankan itu, bahwa anda benar ini,” katanya.
Dirinya juga mengkritisi istilah pokir ( pokok pikiran ) yang akhir-akhir ini buming dimasyarakat yang istilah tersebut ditujukan untuk anggota dewan dimana istilah pokir ini menjadi bahan pembicaraan karena dalam APBD Luwu Timur pokir anggota dewan lebih dominan mengalahkan hasil musrembang desa
Siddiq juga menantang KPK untuk membongkar APBD pokok yang sudah ditetapkan tahun ini untuk membuktikan ada tidaknya permainan dalam APBD Luwu Timur
Pernyataan lantang Siddiq ini ditanggapi para anggota dewan lainnya dan masyarakat yang hadir yang meminta Siddiq langsung menyebut nama anggota dewan yang minta uang dan kepala dinas yang menyetor uang yang dimaksud
“Siapa itu orangnya, sebut saja siapa … siapa… siapa…,”teriak peserta sidang.
Tak hanya itu pernyataan pedas siddiq ini semakin menguatkan ada dugaan ketidak beresan yang terjadi di Luwu Timur saat penetapan APBD melihat hal ini dua orang dari KPK yakni Hery Nurudin dan Dwi Aprilia Linda hanya senyum-senyum saja.
Tatap muka di DPRD Luwu Timur Ini dihadiri hampir semua anggota dewan seluruh kepala dinas kepala bidang serta masyarakat dan para pendamping desa
Tim KPK, Dwi Aprilia Linda, saat dikonfirmasi soal ada tidaknya laporan tindak pidana korupsi dari Luwu Timur masuk ke KPK, dirinya enggan menjawab namun kedatangannya di Luwu Timur dalam rangka pencegahan tindak pidana korupsi.
“Saya gak bisa bilang kalau soal itu, kami datang untuk melakukan koordinasi supervisi atas perencanaan aksi program pemberantasan korupsi terintegrasi, “ paparnya. (*)


















