LUWU, Cyberpare.com — Bantuan penyebrangan untuk Warga Pabaresseng Kab.Luwu dinilai lebih layak dibanding jembatan Gantung, itu mengingat usai Warga di wilayah ini, sudah lama menantikan jembatan yang dapat dilalui roda 2 dan 4 bukan jembatan gantung.
Warga Pabareaseng, mengklaim sudah 7 Bupati, Warga di Wilayah ini menantikan adanya jembatan permanem yanh bisa dilalui, roda 2 dan 4, bukam asal adanya akses penyebrangan jalan.
Pembangunan Jembatan Gantung sebagai sarana penyeberangan warga antar desa di Desa Pabbaresseng dan Desa Barowa, Kecamatan Bua Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, membuat masyarakat bertanya tanya, pasalnya jembatan gantung yang dibuat sejak zaman Bupati Luwu A. Mubara Dappi, tahun 1983, justeru diganti kembali dengan jembatan yang sama yakni Jembatan Gantung.
Padahal menurut warga, Amir, bahwa jembatan penyeberangan yang diinginkan warga adalah yang bisa dilalui roda empat.
“Sebenarnya yang kami inginkan jembatan yang bisa dilalui roda empat, agar akses tiga desa bisa berjalan yakni desa Barowa, Desa Pabbareseeng, dan desa Pammesakang berjalan normal, lagi pula sejak dulu kami warga disini sudah hibahkan lahan unttuk jalan yang lebarnya lima meter yang sudah dilalui roda empat, namun jembatan malah hanya bisa dilalui roda dua,” tuturnya.
Lanjut Amir, bahwa jembatan penyeberangand i daerah tersebut dengan panjang 17 meter, seringkali hanyut terbawa air saat banjir, namun warga kembali membangun dengan biaya swadaya dan bantuan PT Panply.
“Masa sudah tujuh Bupati, kami masih saja dapat Jembatan Gantung, harusnya sudah ditingkatkan jadi jembatan yang bisa dilalui roda empat karena jalannya sudah dibeton dengan luas lima meter,” tuturnya. (Amran / Effendy)


















