banner 728x250

FPU dan Santri : Hentikan Pembangunan Sekolah Kristen Dikota Santri 

banner 120x600
banner 468x60

PAREPARE, Cyberpare.com — Ratusan Masyarakat Kota Parepare yang tergabung dalam Masyarakat FPU (Forum Peduli Umat) serta Ratusan Santri dari Pondok Pesantren Al Mustakim Kota Parepare, menolak keras kelanjutan proses Pembangunan Gedung Yayasan Sekolah Kristen Galilael (SKG) di Salah Satu Wilayah Kecamatan Soreang Parepare.

Penolakan itu, menyusul adanya protes sejak awal dari Peletakan Batu Pertama yang dilakukan Unsur Pemkot Parepare yang disaksikan beberapa elemen terkait, antaranya Walikota Parepare, Kementerian Agama, FKUB, Camat, dan Lurah serta Beberapa Unsur Pemerintahan.

Laskar Santri yang dipimpin Pengasuh Pondok Pesantren Ustads Abdullah, ikut menyampaikan penolakannya bersama ratusan Santri Pondok Pesantren Al.Mustakim Kota Parepare ke Gedung DPRD Kota Parepare, bersama FPU Kota Parepare dibawa Koordinator Aksi Penyampaian Pendapat H.Rahman Saleh.

Di halaman Gedung DPRD Ratusan Warga masyarakat yang tergabung didalam FPU dan Laskar Santri, menyampaiakan Orasi Penolakannya, di depan 4 Anggota DPRD Kota Parepare, antaranya, H.Igbal Chalik, Farman Agus, H.Sudirman Tansi, dan Abd.Salam Latief.

Dalam penyampaian Pendapatnya di depan Perwakilan Rakyat ini, H.Rahman Saleh yang mewakil FPU, mengaku tidak mendapat jawaban dari sejumlah pihak, terkait peletakan batu pertama pada Perencanaan Pembangunan Sekokah Kriten di Perkampugan Muslim itu, “Kami sudah mengagendakan ketemu sejumlah pihak, termasuk Walikota Parepare, untuk membahas penolakan warga ini, Namun hingga kini tidak hal itu, Ia juga heran kenapa dengan mudahnya perijinan Pembangunan sekolah Kriten ini cepat” terang Rahman Saleh.

Anggota DPRD Parepare H.Igbal Chalig, mengaku, jika Ia juga heran dengan adanya perijinan yang cepat untuk pembamgunan Sarana Pendidikan untuk Kalangan Non Muslim, sementara Yayasan Pendidikan Islam yang Ia kembangkan sebelumnya, Proses perijinanya susah, dan Ia mengaku jika berada di Posisi Warga Watang Soreang, Secara Pribadi Ia menolak hal itu, terang H.Igbal Chalik.

Terpisah Kepala Badan Kesbangpol. Kota Parepare, Drs.Mustafa, mengaku penolakan warga itu, akan disampakan ke Walikota Parepare, dan kemungkinan besar kelanjutan Pembangunanya akan dihentikan, terang Mustafa.(Effendy)

banner 800x800

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *