CYBERPARE.COM, PAREPARE — Kegiatan bongkar muat Batu Bara di pelabuhan Cappa Ujung Kota Parepare kembali terjadi seolah menjadi pemandangan yang sudah dianggap hal yang biasa padahal baunya begitu menyengat dan bisa menimbulkan masalah kesehatan bagi warga
Aktivitas bongkar muat batu bara yang sudah berlangsung selama kurang lebih 3 hari sering mendapat keluhan warga.
Ketua Ormas PEKAT Indonesia Bersatu Kota Parepare mengecam aktifitas bongkar muat batu bara yang sudah dua kali ini dilakukan di pelabuhan Cappa Ujung kota Parepare diperuntukan bagi kebutuhan PT Biota Laut Ganggang (BLG) di Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang,
Hj Nurtiaty Syam, S.pt menilai jika selama ini dampak debu batu bara, mengganggu dan membahayakan kesehatan warga, perlu adanya pengkajian ulang terkait hal ini.
“Saya berharap Pihak pemerintah melakukan Kajian lebih lanjut dampak yang diakibatkan. kesehatan warga yang harus dinomor satukan,” katanya, sabtu ( 28/5/2022)
Jangan sampai masyarakat dirugikan lingkungan tercemar, akibat debu batu bara,” ucapnya.
Nurtiaty Juga menyayangkan pernyataan Penanggung Jawab GM PT Putra Sukses Bratama Erwani Djafar Penanggung Jawab bongkar muat yang mengatakan Alhamdulilah bulan November itu tidak ada berita seramai ini karena mungkin saya sudah kondisikan semuanya, dan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Pemkot Parepare dan mereka terbuka. “Yang hadir saat itu, Kepala Dishub, DLH,Ormas, LSM, perwakilan KSOP
” Saya sebagai ketua Ormas Pekat ib kota parepare tidak pernah hadir kenal pun tidak, Seharusnya Erwani Djafar menyebutkan ormas yang mana
” Insya Allah Ormas Pekat ib akan melayangkan surat Kepihak Polres dalam dekat ini,” kata dia.


















