CYBERPARE.COM,PAREPARE- LSM Incare, mengungkapkan keprihatinannya terkait pengakuan 27 kepala sekolah (Kepsek) di Parepare yang menggunakan dana pribadi untuk biaya operasional perjalanan ke Madiun. Pengakuan ini disampaikan saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi 2 DPRD Parepare.
Andi Ilham menilai bahwa penggunaan dana pribadi oleh Kepsek untuk kegiatan dinas merupakan indikasi adanya masalah dalam pengelolaan anggaran sekolah. Ia meminta agar pihak terkait melakukan investigasi dan mengambil tindakan tegas untuk mengatasi masalah ini, serta memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran sekolah.
Ketua LSM Incare, Andi Ilham, melalui pesan WhatsApp, menyarankan agar Pemerintah Kota Parepare menghapus anggaran terkait kegiatan kepala sekolah, terutama di Dinas Pendidikan. Saran ini disampaikan setelah 27 kepala sekolah mengaku menggunakan dana pribadi untuk biaya operasional perjalanan ke Madiun,” ujarnya, selasa 20 Mei 2025.
Menurutnya, kemampuan kepala sekolah membiayai kegiatan sendiri merupakan prestasi yang patut diapresiasi. Ia menilai bahwa dengan demikian, pemerintah dapat menghemat anggaran operasional dan fokus pada permasalahan lain yang lebih mendesak. Langkah ini juga dapat meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam pengelolaan anggaran pendidikan.(*)


















