banner 728x250

Walikota Ajak ASN Parepare Ikut Safari Shalat Subuh Majelis Syuhada

banner 120x600
banner 468x60

CYBERPARE.COM, PAREPARE – Pejuang safari shalat subuh Majelis Syuhada Kota Parepare, kali ini Jumat (29/8) mendatangi Masjid Terapung BJ. Habibie.

Bukan saja ratusan pejuang subuh memutihkan masjid yang dibangun pemerintah Parepare itu, Walikota Parepare H. Tasming Hamid, SE, MH, turut bersamai mereka.

Walikota Tasming Hamid merupakan sekian kalinya turut serta bersama jamaah Majelis Syuhada shalat subuh di masjid-masjid.

Tasming cukup mengapresiasi kehadiran Majelis Syuhada meramaikan masjid-masjid yang sudah berlangsung setahun itu.

Bahkan ada daerah tetangga yang ikut, kemudian membentuk majelis semacamnya.

Pada kesempatan itu, Tasming mengajak masyarakat muslim Parepare ikut, apa yang dilakukan Majelis Syuhada untuk meramaikan masjid-masjid.

Malah dia mengajak ASN Parepare ikut dalam kegiatan Majelis Syuhada ini supaya mendapat berkah. “Sebab, apapun yang kita lakukan tanpa shalat akan sulit mendapat berkah dari Allah SWT”, katanya sembari nomor menyebut instruksinya yang mengajak ASN senantiasa beribadah.

H. Bachtiar Syarifuddin, SE selaku Muasis Majelis Syuhada mempercayakan kepada Ketua PWC NU Soreang, Ustadz Haeruddin, S.Pd.I, MA memberikan Kultum. Sebagai biasanya, ustadz yang satu ini selalu menghidupkan suasana dengan anekdot-anekdot dan cerita-cerita yang lucu dan penuh makna.

Sedekah subuh itu dinilainya merupakan sedekah yang paling afdhol dan selalu mendapat keberkahan Allah SWT. Sehingga dia mengajak jamaah tidak lalai melakukan sedekah, terutama di subuh hari.

Ustadz Haeruddin kemudian menceritakan pengalamannya ketika ketemu seorang ibu miskin. Ia sangat prihatin kehidupan sehari-hari ibu itu yang kebutuhannya lebih banyak tergantung orang lain. Dengan susah ia merogoh kantongnya mendapatkan selembar uang kemudian memberikan kepada ibu itu.

Sembari menerima uang itu, sang ibu memeluk Ustadz Haeruddin begitu gembiranya.

Ada dua doa terlontar dari mulut si ibu itu, semoga diberikan umur panjang dan mendapat rezeki yang banyak kepada ustadz.

Singkat cerita, Ustadz Haeruddin ini menjelang Magrib tiba di rumah, ia mendapat telpon dari seorang camat dari Kabupaten Pinrang.

Sang penelpon menyebutkan kena musibah, tentu saja udztaz balik bertanya, musibah apa itu.

Rupanya, musibah itu ternyata sang camat mempunyai hajatan pada malam itu dengan menghadirkan sejumlah pejabat, termasuk bapak bupati setempat.

Namun penceramahnya berhalangan, tentu membuat sang camat pusing mencari penggantinya.

Kemudian teringatlah ia Ustadz Haeruddin, sebagai pengganti penceramah yang tidak sempat hadir itu.

Selanjutnya Ustadz Haeruddin tampil pada acara itu, kemudian sekembalinya mendapatkan sebuah amplop langsung dari tangan sang camat.

Tiba di rumah, ustadz heran dan bertanya kenapa amplopnya warna coklat yang lazimnya warna putih. Apa camat itu tidak salah memberi amplop, katanya dalam hati.

Tertera dari amplop itu ada lambang pemerintah dan nama kecamatan. Artinya, uang itu bisa diartikan uang kantor.

Ketika ustadz membuka amplop, ia keringatan menghitung lembaran uang isi amplop itu. Serta-merta ia teringat kepada sang ibu miskin yang telah diberikan uang pada siang harinya karena doanya.

“Saya serta merta juga mematikan hp berharap pak camatnya tidak menelpon”, celotehnya Haeruddin yang membuat jamaah tertawa, termasuk walikota.

Pagi-paginya, berniat membagi-bagikan rejeki itu termasuk kepada ibu miskin itu. Namun tiba-tiba hpnya berdering, ternyata dari sang camat.

“Maaf pak ustadz, saya salah memberi amplop”, kata sang camat.
“Ooh yaa nanti saya kembalikan”; kata ustadz Haeruddin spontan.

Spontan juga, sang camat menjawab, “Jangan…jangan pak ustadz begitu saja. Tak apa-apa pak ustadz”, kata sang camat.

“Alhamdulillah”, kata Ustadz Haeruddin kemudian menutup ceramahnya. (Dir)

banner 800x800

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *