banner 728x250

Relokasi Pedagang Pasar Lakessi, Parepare: Antara Penataan Dan Tantangan

banner 120x600
banner 468x60

CYBERPARE.COM,PAREPARE- Pemerintah Kota melalui Dinas Perdagangan Kota Parepare resmi memulai relokasi pedagang yang selama ini berjualan di badan jalan dan area parkir di kawasan Pasar Lakessi menuju area dalam pasar yang lebih tertata. Kegiatan yang digelar pada Senin itu dipimpin langsung oleh Kadis Andi Wisnah, didampingi pejabat struktural dan staf.

Relokasi dilakukan secara bertahap, dengan prioritas kepada pedagang yang menempati sisi barat lalu selanjutnya hingga sisi timur pasar. Total sekitar 200–300 pedagang direlokasi dalam tahap ini.

“Kita harus bertahap, tidak bisa satu kali. Makanya saya sampaikan untuk lebih rapinya, kita harus bertahap… Relokasi ke dalam pasar, sudah ada tempat disiapkan.”Andi Wisnah

Beberapa alasan mendasar diutarakan: Lahan di badan jalan dan pinggir laut yang selama ini digunakan pedagang akan difungsikan menjadi area parkir untuk kendaraan pembeli dan pedagang. Hal ini dimaksudkan agar kemacetan dan kesemrawutan di sekitar pasar bisa dikurangi.
Proses penataan ini bagian dari upaya mewujudkan pasar yang bersih, aman, tertib dan mendukung aktivitas ekonomi yang sehat.

Penempatan baru di dalam gedung pasar diundi secara adil, dan gratis tidak ada biaya sewa dari pedagang untuk relokasi tahap ini.

Pendataan pedagang yang berjualan di luar area pasar. Penempatan pedagang ke dalam gedung pasar melalui undian nomor lapak, untuk menjaga keadilan dan transparansi.

Pemindahan barang dagangan dan bantu-angkut logistik untuk pedagang yang berpindah.

Sterilisasi area misalnya sisi barat belakang pasar kini sudah tampak bersih dari pedagang luar, menandai keberhasilan tahap awal.

Meskipun pelaksanaan berjalan cukup lancar, sejumlah pedagang menyampaikan kekhawatiran atau keluhan:

Pedagang sayur mengeluhkan ukuran lapak baru dianggap terlalu sempit, sehingga kurang muat untuk dagangan mereka. Contoh: “Kami penjual sayuran butuh tempat 2 meter, karena kalau cuma 1 meter itu cuma muat tomat 1 peti saja.”

Kekhawatiran bahwa ramai pembeli tidak akan masuk ke dalam gedung seperti ketika berjualan di pinggir jalan. Beberapa pedagang merasa lokasi lama lebih strategis.

Namun dari sisi pemerintah kota, optimisme tetap tinggi: “Kalau area luar sudah kosong, pembeli pasti masuk ke dalam,” ujar Kepala Dinas.

Relokasi ini diharapkan akan membawa sejumlah manfaat jangka menengah hingga jangka panjang.
Peningkatan keamanan dan kenyamanan di sekitar pasar area parkir yang tertata, jalan yang tidak dipakai untuk berdagang, pejalan kaki dan kendaraan pembeli lebih tertib.

Pasar yang lebih baik akan meningkatkan daya tarik pembeli, memacu perputaran dagang yang lebih tinggi.Memberi sinyal positif bahwa pemerintah kota aktif melakukan penataan ruang publik dan mendukung kegiatan ekonomi kecil secara terstruktur.

Namun keseimbangan antara penataan dan keberlangsungan dagang pedagang harus dijaga  ruang dagang yang layak, pembeli yang mudah menjangkau, dan transisi yang mulus menjadi faktor penentu keberhasilan.

Dengan langkah strategis ini, Pemkot Parepare mencoba mengubah wajah Pasar Lakessi bukan hanya sebagai tempat jual-beli, tapi juga sebagai ruang publik yang tertib dan efisien. Tantangan memang ada, namun jika diikuti dengan pemantauan dan penyesuaian yang responsif, dampak positifnya bisa terasa nyata bagi pedagang, pembeli dan kota secara keseluruhan.(*)

banner 800x800

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *