banner 728x250
BERITA  

Operasi Zebra Pallawa 2025: Polda Sulsel Perketat Penindakan,Prioritaskan 8 Pelanggaran Pemicu Kecelakaan

banner 120x600
banner 468x60

CYBERPARE.COM, MAKASSAR — Polda Sulawesi Selatan kembali menggelar Operasi Zebra Pallawa 2025 secara serentak pada 17–30 November untuk meningkatkan kepatuhan lalu lintas dan menekan angka kecelakaan yang terus menunjukkan tren mengkhawatirkan. Operasi yang berlangsung dua pekan ini melibatkan seluruh jajaran satuan lalu lintas Polres se-Sulsel dengan pola pengawasan ketat di titik-titik rawan pelanggaran.

Direktorat Lalu Lintas Polda Sulsel menegaskan bahwa operasi ini bukan sekadar razia tahunan, melainkan langkah strategis menjelang peningkatan arus kendaraan pada Natal dan Tahun Baru (Nataru). Dengan karakter mobilitas masyarakat Sulsel yang tinggi pada akhir tahun, penegakan disiplin sejak November dianggap penting untuk mencegah potensi kecelakaan dan kemacetan berkepanjangan.

Petugas akan ditempatkan di jalur utama seperti Makassar–Maros, Parepare–Pinrang, jalur Trans Sulawesi, hingga pusat kota Makassar yang sering menjadi lokasi pelanggaran berulang.

Polda Sulsel menetapkan delapan jenis pelanggaran sebagai sasaran utama operasi, berdasarkan evaluasi kecelakaan sepanjang tahun 2024–2025. Pelanggaran tersebut dinilai menjadi pemicu dominan insiden fatal di jalan raya:

Tidak menggunakan helm SNI.

Tidak memakai sabuk pengaman.

Mengemudi di bawah pengaruh alkohol.

Melawan arus.

Menggunakan ponsel saat berkendara.

Tidak membawa SIM/STNK.

Lampu kendaraan tidak berfungsi.

Modifikasi kendaraan yang tidak sesuai ketentuan.

Polda menekankan bahwa pelanggaran kategori ini akan dikenai penindakan langsung, termasuk tilang manual dan elektronik (ETLE), guna memberikan efek jera.

Kapolda Sulsel menginstruksikan agar operasi tetap mengedepankan pendekatan preventif. Personel di lapangan diminta memberikan edukasi kepada pengendara yang masih bisa diberikan pembinaan, terutama pelanggaran ringan yang tidak membahayakan pengguna jalan lain.

Namun untuk pelanggaran berisiko tinggi seperti melawan arus atau berkendara sambil menggunakan ponsel, petugas diwajibkan melakukan penindakan tegas karena berpotensi menimbulkan kecelakaan fatal.

Beberapa Polres telah menggelar latihan pra-operasi (latpra ops) untuk menyamakan pola tindakan, termasuk simulasi pemeriksaan kendaraan dan prosedur penindakan.

Di Parepare, Satlantas memperkuat sosialisasi mengenai tertib helm dan kelengkapan surat kendaraan melalui sekolah, komunitas ojek online, hingga pasar-pasar.

Di Bone, personel ditempatkan di jalur yang kerap menjadi lokasi balapan liar dan pelanggaran lampu kendaraan.

Di Pangkep, kampanye publik melalui spanduk dan media lokal dilakukan sejak awal November untuk memastikan pengendara mengetahui jadwal dan sasaran operasi.

Langkah-langkah itu menunjukkan keseriusan Polda Sulsel dalam memastikan operasi berjalan seragam dan efektif di seluruh wilayah.

Kepolisian mengimbau masyarakat memastikan:

Helm dan sabuk pengaman digunakan dengan benar

SIM dan STNK dibawa setiap berkendara

Lampu kendaraan berfungsi

Tidak menggunakan ponsel saat mengemudi

Tidak melakukan modifikasi ekstrem seperti knalpot bising

Imbauan tersebut bertujuan agar pengendara tidak hanya terhindar dari sanksi, tetapi juga meningkatkan perlindungan diri.

Operasi Zebra Pallawa 2025 diproyeksikan menjadi momentum pembenahan perilaku berlalu lintas masyarakat Sulsel. Kepolisian berharap penindakan selama dua pekan ini dapat melahirkan efek jangka panjang, terutama dalam menurunkan angka kecelakaan yang masih didominasi usia produktif.

Dengan dukungan pemerintah daerah, komunitas motor, dan peran aktif masyarakat, operasi ini diharapkan mampu menciptakan kondisi lalu lintas yang lebih aman dan berkeselamatan menjelang masa libur akhir tahun.

banner 800x800

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *