CYBERPARE.COM, PAREPARE — Panitia Pelaksana Musyawarah Cabang (Muscab) X PC 1912 Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan Dan Putra Putri TNI–Polri (FKPPI) Kota Parepare melakukan audiensi dengan Ketua DPRD Kota Parepare, Ir. Kaharuddin Kadir, M.Si sebagai bagian dari pemantapan persiapan pelaksanaan Muscab.
Audiensi tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan semangat konsolidasi organisasi. Sekretaris PC 1912 FKPPI Parepare, Tommy Sunarto, secara langsung memaparkan kesiapan teknis dan konsep pelaksanaan Muscab, termasuk rencana sesi orientasi muscab. Dalam kesempatan itu, panitia juga memohon kesediaan Ketua DPRD Parepare untuk menjadi pemateri pada agenda orientasi tersebut.
Ketua DPRD Parepare menyambut baik audiensi dan rencana Muscab X PC 1912 FKPPI. Ia menegaskan bahwa konsolidasi yang terjadwal dan berkelanjutan merupakan indikator utama organisasi yang sehat dan matang.
“Salah satu ciri organisasi yang baik adalah konsolidasinya berjalan sesuai periode. FKPPI termasuk organisasi yang konsolidasinya terjaga dengan baik. Kita maklum, FKPPI adalah bagian dari keluarga besar TNI–Polri yang menjunjung tinggi disiplin,” ujar Kaharuddin Kadir.
Ia juga menyatakan kesediaannya untuk berpartisipasi aktif dalam Muscab, termasuk menjadi pemateri pada sesi orientasi muscab. Menurutnya, keterlibatan dalam agenda strategis organisasi seperti Muscab bukan sekadar pilihan, melainkan bentuk tanggung jawab moral terhadap keberlangsungan organisasi.
Lebih lanjut, Kaharuddin mengajak seluruh pengurus dan kader FKPPI untuk menjaga soliditas dan marwah organisasi. Ia menekankan pentingnya nilai disiplin yang selama ini menjadi karakter kuat keluarga besar TNI–Polri, sekaligus relevan dalam konteks pembangunan nasional.
“Jika kita melihat arah kepemimpinan nasional, disiplin menjadi salah satu nilai penting. Semangat itu juga harus hidup di tubuh FKPPI sebagai organisasi yang lahir dari keluarga besar TNI–Polri,” katanya.
Menurutnya, FKPPI memiliki keunikan dan kekuatan tersendiri dibanding organisasi kemasyarakatan lain, terutama dari sisi keanggotaan dan sistem kaderisasi yang terstruktur. Ia menilai mekanisme keanggotaan FKPPI yang mensyaratkan latar belakang keluarga TNI–Polri, serta jenjang pendidikan berjenjang seperti Latkorwa, Latkordya, dan Takornas, menjadi fondasi kuat dalam membentuk kader yang berkarakter.
Kaharuddin juga mengingatkan agar dinamika yang muncul dalam Muscab tetap dijaga dalam koridor Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), serta tidak berkembang menjadi konflik yang merugikan organisasi.
“Dinamika dalam musyawarah itu wajar. Yang penting, jangan sampai terjadi gesekan yang mencederai persatuan organisasi,” tegasnya.
Senada dengan itu, Anggota Dewan Penasehat FKPPI Parepare, Rahmat Syamsu Alam, SH dalam pesan singkatnya menekankan bahwa perbedaan pandangan dalam forum musyawarah merupakan hal lumrah selama tidak melenceng dari AD/ART organisasi.
Dengan dukungan dan partisipasi berbagai pihak, Muscab X PC 1912 FKPPI Parepare diharapkan menjadi momentum konsolidasi yang memperkuat soliditas organisasi sekaligus mempertegas peran FKPPI dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.


















