banner 728x250
BERITA  

Tragedi Laut di Pangkep: Kapal KLM Fitri Jaya Terbalik, Camat Dan Dua Tenaga Kesehatan Tewas

banner 120x600
banner 468x60

CYBERPARE.COM, PANGKEP, Sulawesi Selatan — Kecelakaan laut tragis terjadi di perairan antara Sungai Pangkajene menuju Pulau Sarappo, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, Sabtu (27/12/2025) sekitar pukul 11.00 Wita. Kapal motor layar (KLM) Fitri Jaya dilaporkan terbalik dan tenggelam setelah diterjang hujan lebat disertai angin kencang, mengakibatkan tiga orang meninggal dunia.

Kapal yang dikemudikan Dg Nasru tersebut bertolak dari Sungai Pangkajene sekitar pukul 08.40 Wita dengan membawa 11 penumpang. Selain penumpang, kapal juga mengangkut bantuan kemanusiaan berupa 40 sak semen dan 40 unit jamban yang berasal dari Dompet Dhuafa.

Berdasarkan informasi yang beredar dan telah dikonfirmasi aparat setempat, penumpang kapal terdiri atas tim Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Sulawesi Selatan, petugas Puskesmas Sarappo, serta Camat Liukang Tupabbiring, Fitri Mubarak, S.Sos. Dalam perjalanan menuju Pulau Sarappo, cuaca buruk mendadak melanda sehingga kapal kehilangan kendali, terbalik, lalu tenggelam.

Tiga penumpang dilaporkan meninggal dunia dalam peristiwa tersebut, yakni:

Imran, Koordinator LKC Sulawesi Selatan

Fitri Mubarak, S.Sos, Camat Liukang Tupabbiring

Bidan Darma, bidan yang bertugas di Pulau Sarappo

Sementara itu, sejumlah penumpang lainnya berhasil selamat dan dievakuasi ke Pulau Sarappo berkat bantuan warga setempat yang sigap memberikan pertolongan. Seluruh korban selamat kini berada dalam penanganan medis, sedangkan jenazah korban meninggal dunia direncanakan akan dibawa ke Pangkajene dan Makassar untuk proses selanjutnya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangkep, Akbar Yunus, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyampaikan bahwa tim gabungan langsung dikerahkan ke lokasi begitu menerima laporan kecelakaan.

“Saat ini kami bersama tim gabungan dari BPBD Pangkep, SAR Pangkep, dan Syahbandar Pangkep tengah bergerak menuju lokasi untuk menjemput korban di Pulau Podang-podang menggunakan kapal patroli,” ujar Akbar kepada awak media.

Hingga kini, pihak berwenang masih melakukan pendataan lengkap terhadap korban serta menyelidiki penyebab pasti kecelakaan. Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap kondisi cuaca ekstrem, khususnya dalam aktivitas pelayaran di wilayah kepulauan yang rawan perubahan cuaca mendadak.

banner 800x800

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *