CYBERPARE.COM, PAREPARE — Partai Golkar Kota Parepare menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI sebagai bagian dari penguatan nilai kebangsaan dan konsolidasi politik internal, Sabtu malam (7/2/2026). Kegiatan yang berlangsung di Mabes Pemenangan Partai Golkar, Jalan Bau Massepe, ini dihadiri jajaran pengurus partai, tokoh masyarakat, serta anggota DPR RI dari Fraksi Golkar, Dr. H. Taufan Pawe, S.H., M.H., yang saat ini bertugas di Komisi II DPR RI.
Acara dibuka oleh Ketua DPRD Kota Parepare sekaligus Ketua Harian DPD II Partai Golkar Parepare, Ir. H. Kaharuddin Kadir, M.Si., yang bertindak sebagai pembawa acara dan menyampaikan sambutan pembuka. Dalam pengantarnya, Kaharuddin menyampaikan apresiasi atas perhatian dan komitmen Taufan Pawe terhadap Parepare, meski memiliki agenda nasional yang padat.
Ia mencontohkan kunjungan kerja Taufan Pawe ke wilayah perbatasan Indonesia–Papua Nugini di Papua sebagai bukti tanggung jawab kebangsaan seorang wakil rakyat. “Di tengah kesibukan tugas nasional, beliau tetap memberi perhatian nyata bagi daerah,” ujarnya.
Salah satu bentuk perhatian tersebut, lanjut Kaharuddin Kadir, adalah keberhasilan Parepare memperoleh sekitar 600 beasiswa bagi siswa SD dan SMP dari total 800 kuota yang berhasil diproses secara nasional. Program ini dinilai memberi dampak langsung bagi peningkatan akses pendidikan di daerah.
Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh golkar antara lain Drs. H. Kadarusman Mangurusi, M.Si., anggota DPRD Kota Parepare, Nursalam dari Yayasan TP Center Parepare, para pimpinan kecamatan dan kelurahan, pengurus DPD Partai Golkar Parepare, serta jajaran pengurus Yayasan TP Center.
Kaharuddin Kadir menegaskan bahwa sinergi antara Partai Golkar dan Yayasan TP Center merupakan hubungan strategis yang harus terus diperkuat demi kepentingan sosial dan kemasyarakatan.
Dalam kesempatan itu, Kaharuddin juga memaparkan agenda partai ke depan, terutama menyambut bulan suci Ramadan. Ia menyebutkan bahwa DPD II Partai Golkar Parepare telah melakukan koordinasi dengan DPP Partai Golkar untuk menyiapkan rangkaian kegiatan Ramadan, termasuk program sosial dan keagamaan yang akan menyentuh langsung masyarakat.
Ia juga mengungkap rencana memfasilitasi pertemuan antara Taufan Pawe dan Rektor Universitas Muhammadiyah Parepare yang baru, Dr. Hj. Erna, sebagai bagian dari penguatan jejaring kelembagaan. “Beliau kita pandang sebagai bagian dari keluarga besar Muhammadiyah,” kata Kaharuddin.
Menyoroti dinamika politik Sulawesi Selatan, Kaharuddin mengakui bahwa peta persaingan antarpartai semakin kompetitif, ditandai dengan perpindahan sejumlah tokoh politik lintas partai. Namun demikian, ia optimistis Golkar tetap solid sepanjang menjaga persatuan dan disiplin organisasi.
“Perbedaan pandangan adalah hal wajar dalam partai, tetapi tidak boleh berujung pada perpecahan. Soliditas adalah kunci agar Golkar kembali menempati posisi terhormat dalam pemerintahan di Parepare,” tegasnya.
Pada sesi utama, Anggota Komisi II DPR RI, H. Taufan Pawe, menegaskan bahwa partai politik merupakan pilar utama demokrasi yang tidak dapat dipisahkan dari sistem pemerintahan. Menurutnya, partai politik bukan sekadar kendaraan elektoral, melainkan mitra strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas politik dan menyalurkan aspirasi rakyat.
“Partai politik itu idealnya menjadi mitra pemerintah. Dari partailah lahir wakil-wakil rakyat yang membawa mandat masyarakat. Bahkan undang-undang memberi amanah kepada kepala daerah untuk membina partai politik, bukan menjauhinya,” ujar Taufan Pawe di hadapan peserta.
Ia mengulas dinamika demokrasi Indonesia, khususnya perdebatan terkait sistem pemilihan kepala daerah. Menurutnya, diskursus pemilihan langsung maupun tidak langsung harus diletakkan dalam kerangka memperkuat integritas demokrasi, bukan semata kepentingan politik jangka pendek.
Taufan menekankan bahwa demokrasi yang sehat membutuhkan transparansi, pengawasan yang kuat, serta keterlibatan publik yang bermakna. Dalam konteks ini, peran penyelenggara dan pengawas pemilu menjadi krusial.
“Demokrasi tidak boleh berjalan manipulatif. Integritas adalah kunci. Tanpa itu, pemilu hanya akan melahirkan masalah baru, bukan kesejahteraan,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya seleksi ketat terhadap penyelenggara dan pengawas pemilu. Lemahnya pengawasan, menurut Taufan, berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap proses demokrasi.
Dalam bagian lain pemaparannya, Taufan Pawe mengungkapkan keprihatinan atas lemahnya kehadiran negara di wilayah perbatasan. Ia menilai masih banyak warga perbatasan yang kesulitan memenuhi kebutuhan dasar hingga bergantung pada negara tetangga.
“Beras dan LPG justru lebih murah di negara lain. Warga kita terpaksa menyeberang demi kebutuhan pokok. Di situ pertanyaan besarnya: di mana negara?” ujarnya.
Ia membandingkan pengelolaan wilayah perbatasan Indonesia dengan negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia yang dinilai lebih siap secara sistem dan teknologi. Jika dibiarkan, kondisi ini berpotensi menggerus nasionalisme masyarakat perbatasan.
“Kalau negara tidak hadir, jangan salahkan rakyat bila rasa kebanggaannya sebagai bangsa ikut terkikis,” katanya.
Menegaskan sikap politiknya, Taufan Pawe menyatakan bahwa jabatan publik adalah amanah, bukan privilese. Ia mengaku terus bersikap kritis terhadap kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat, termasuk soal ketimpangan anggaran, tata kelola bantuan sosial, serta kesejahteraan guru dan aparatur negara.
“Saya tidak takut, Justru saya berdosa jika mendapat amanah besar dan penghasilan besar, tetapi tidak berbuat apa-apa untuk konstituen,” ujarnya.
Di internal Partai Golkar, Taufan mendorong konsolidasi hingga ke tingkat kecamatan dan kelurahan. Menurutnya, kekuatan partai harus hidup di tengah masyarakat, bukan berhenti pada struktur elit.
Ia juga menekankan pentingnya agenda sosial-keagamaan, seperti Program Amaliah Ramadan dan safari Ramadan, sebagai wujud kehadiran nyata partai di tengah rakyat. “Golkar harus hadir, bekerja, dan dirasakan manfaatnya. Bukan melampaui pemerintah, tetapi berjalan seiring demi kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.
Menutup pertemuan, Taufan Pawe mengajak seluruh elemen partai, yayasan, dan masyarakat untuk menjaga marwah demokrasi dan nilai kebangsaan melalui kolaborasi dan komitmen moral bersama.
“Di posisi apa pun kita berada, mari memberi kontribusi nyata bagi bangsa dan negara. Jangan biarkan daerah kita hanya menjadi bahan pemberitaan negatif. Kita doakan dan kita jaga agar kepemimpinan di daerah mampu bekerja sungguh-sungguh untuk kesejahteraan rakyat,” pungkasnya.(*)


















