banner 728x250

Di tengah Transisi, FKPPI Parepare Perkuat Soliditas Dan Tegaskan Komitmen Kawal Pembangunan Daerah

banner 120x600
banner 468x60

CYBERPARE.COM, PAREPARE — Dinamika internal organisasi tak selalu berujung pada stagnasi. Di Kota Parepare, transisi kepemimpinan justru dimanfaatkan sebagai momentum konsolidasi dan penguatan peran strategis organisasi.

Hal itu tercermin dalam audiensi resmi Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua Pengurus Cabang (PC) 1912 FKPPI Kota Parepare, Rahman Rizal Andi Sapada, dengan Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, di ruang kerja wali kota, baru-baru ini.

Pertemuan tersebut bukan sekadar silaturahmi. Rahman hadir membawa mandat dari Pengurus Daerah FKPPI Sulawesi Selatan untuk mengawal masa transisi kepemimpinan organisasi setelah berakhirnya masa bakti Ketua PC sebelumnya, Hj. Erna Rasyid Taufan. Penunjukan sebagai Plt., tegas Rahman, menjadi tanggung jawab organisatoris sekaligus moral untuk memastikan kesinambungan program dan soliditas kader tetap terjaga.

“Transisi bukan hanya soal pergantian kepemimpinan, tetapi juga memastikan organisasi tetap berjalan efektif dan bermartabat,” ujar Rahman dalam pertemuan tersebut.

Sebagai Plt. Ketua, Rahman menegaskan fokus utamanya tidak hanya pada persiapan teknis Musyawarah Cabang (Muscab) yang sempat tertunda, melainkan juga pada konsolidasi menyeluruh di tubuh organisasi. Ia menilai kohesi antaranggota menjadi kunci agar proses regenerasi berjalan tanpa friksi yang berlarut.

FKPPI Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri selama ini dikenal sebagai organisasi kemasyarakatan yang menghimpun keluarga besar prajurit.

Secara historis, organisasi ini mengusung nilai-nilai Sapta Marga dan Tri Brata sebagai fondasi moral dan ideologis. Dalam konteks sosial-politik daerah, keberadaan FKPPI kerap diposisikan sebagai mitra strategis pemerintah, terutama dalam penguatan wawasan kebangsaan dan pembinaan generasi muda.

Rahman menekankan, di tengah dinamika sosial yang terus berubah, organisasi harus adaptif tanpa kehilangan jati diri. “Soliditas adalah fondasi. Tanpa itu, agenda organisasi akan sulit berjalan optimal,” katanya.

Dalam audiensi tersebut, Rahman juga menyoroti komitmen FKPPI dalam menjaga integritas kader, khususnya putra-putri prajurit yang kini mengabdi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kota Parepare. Ia memastikan kader FKPPI yang berstatus ASN tetap menjunjung tinggi profesionalitas, loyalitas, serta netralitas sebagai pelayan publik.

Penegasan itu relevan mengingat posisi ASN yang diatur secara ketat dalam berbagai regulasi nasional terkait netralitas dan etika jabatan. Organisasi kemasyarakatan, menurut Rahman, tidak boleh menjadi ruang yang berpotensi mengganggu profesionalisme aparatur negara.

Sebaliknya, FKPPI diharapkan menjadi wadah pembinaan karakter, disiplin, dan integritas.

Lebih jauh, Rahman menegaskan kembali peran FKPPI sebagai mitra strategis dan supporting system Pemerintah Kota Parepare dalam berbagai sektor pembangunan. Mulai dari pembinaan generasi muda, penguatan bela negara, pemberdayaan perempuan, hingga pengembangan jejaring kewirausahaan.

Di tingkat lokal, kolaborasi antara pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan dinilai menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga stabilitas sosial sekaligus mendorong partisipasi publik. Sejumlah kajian tata kelola pemerintahan daerah menekankan pentingnya kemitraan multipihak untuk mempercepat pencapaian target pembangunan, terutama dalam aspek sosial dan pemberdayaan masyarakat.

Wali Kota Tasming Hamid menyambut baik komitmen tersebut. Ia mengapresiasi langkah konsolidasi yang dilakukan FKPPI dan berharap organisasi itu terus berkontribusi aktif dalam mendukung program-program strategis pemerintah kota.Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan organisasi masyarakat bukan hanya soal formalitas kelembagaan, tetapi menyangkut upaya kolektif menciptakan stabilitas dan memperkuat daya saing daerah.

Audiensi ini diharapkan menjadi titik awal penguatan kolaborasi antara PC 1912 FKPPI Kota Parepare dan Pemerintah Kota Parepare. Di tengah tantangan pembangunan yang semakin kompleks, kerja bersama menjadi keniscayaan.

Transisi kepemimpinan, pada akhirnya, bukan sekadar pergantian figur. Ia adalah ujian kedewasaan organisasi apakah mampu menjaga nilai, memperkuat soliditas, dan tetap relevan bagi masyarakat. Di Parepare, setidaknya untuk saat ini, FKPPI memilih menjawabnya dengan konsolidasi dan komitmen kolaborasi.
Sebuah langkah yang, bila dijaga konsisten, dapat menjadi fondasi bagi Parepare yang lebih solid, sejahtera, dan maju.(*)

banner 800x800

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *