CYBERPARE.COM,PAREPARE- Rotasi sejumlah perwira di jajaran Polres Parepare menjadi momentum penting untuk melakukan pembenahan di sektor pelayanan publik, khususnya di bidang lalu lintas. Sorotan tajam kini tertuju pada kawasan Pelabuhan Nusantara Parepare, yang selama ini dinilai kerap menjadi titik kemacetan dan ketidaktertiban kendaraan.
Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Parepare, Abdul Razak Arsyad, S.H., M.H., menekankan pentingnya langkah tegas dan terukur dalam menertibkan aktivitas kendaraan di sekitar pelabuhan. “Ini bukan sekadar persoalan parkir atau kemacetan biasa. Ada indikasi ketidakteraturan yang dibiarkan berlarut, bahkan muncul dugaan adanya praktik pungutan terhadap kendaraan yang menunggu muatan,” ujarnya, Selasa 31 Maret 2026 .
Dugaan pungli dan praktik “terminal bayangan” di Pelabuhan Nusantara harus segera ditertibkan. Masyarakat dan pengangkutan resmi merasa dirugikan oleh praktik-praktik ini. “Kami berharap ada langkah tegas dan transparan. Jika memang ditemukan adanya pungli oleh oknum, harus ditindak tanpa kompromi,” tegas Abdul Razak Arsyad.
Kawasan pelabuhan semestinya mencerminkan tata kelola yang tertib, aman, dan transparan. Penertiban kawasan pelabuhan membutuhkan pendekatan terpadu, melibatkan kepolisian, pemerintah daerah, otoritas pelabuhan, hingga masyarakat setempat. (*)


















