banner 728x250

Wali Kota Parepare dan  Warga Sidrap Bersatu dalam Harmoni Jalanan

banner 120x600
banner 468x60

CYBERPARE.COM,SIDRAP – Senja di Sidenreng Rappang berubah jadi panggung kebersamaan. Mendadak Ngamen bareng musisi Trisuaka sukses menyatukan masyarakat Sidrap dan para penikmat musik jalanan dalam satu harmoni yang sederhana tapi membekas, Senin malam (27/4/2026).

Tanpa panggung megah, tanpa tiket, Trisuaka hadir membawa gitar dan suara khasnya di tengah kerumunan.

Lagu demi lagu mengalir, dari “Aku Bukan Jodohnya” hingga cover lagu daerah Bugis. Penonton ikut bernyanyi, bertepuk, tertawa.

Sekat antara pejabat dan warga luruh yang tersisa hanya musik dan kebahagiaan.

Turut hadir Wali Kota Parepare H. Tasming Hamid, Ia membaur, duduk lesehan bersama warga Sidrap tanpa  protokol

“Dari jalanan kita belajar, bahagia itu tidak harus mahal. Cukup kebersamaan,” ujar Tasming sambil ikut menyanyikan refrain lagu Trisuaka.

Mendadak Ngamen memang jadi ciri khas Trisuaka Channel  Konsepnya,  musisi turun ke jalan menyapa langsung masyarakat, tanpa sekat panggung.

Kali ini Sidrap dipilih karena kultur musiknya kuat dan warganya dikenal hangat.

Warga yang hadir tak menyangka bisa sedekat itu dengan kepala daerah dan musisi idola. “Biasa lihat di YouTube, sekarang bisa nyanyi bareng langsung. Wali Kota Parepare juga mau duduk sama-sama di bawah. Merinding,” kata Ramlah, warga Pangkajene Sidrap.

Bupati Sidrap H. Syaharuddin Alrif,  menyebut kegiatan ini jadi simbol kolaborasi antar daerah. “Musik itu bahasa universal. Parepare-Sidrap, Saromase.

Kita satu rumpun,  ini silaturahmi makin kuat,” ucapnya.

Trisuaka sendiri mengaku terharu energinya beda kalau ngamen langsung di tengah masyarakat.

Apalagi didukung Pak Wali dan Pak Bupati  Ini bukti musik bisa menyatukan semua kalangan,” katanya usai tampil.

Acara ditutup dengan foto bersama dan pembagian kaos Trisuaka Channel . Meski sederhana, Mendadak Ngamen meninggalkan pesan kuat: kebahagiaan bisa hadir tanpa batas, cukup dengan kebersamaan dan musik yang jujur.

Mendadak Ngamen Trisuaka di Sidrap jadi bukti bahwa ruang publik bisa jadi panggung budaya.

Saat pejabat mau turun, musisi mau merunduk, dan warga mau menyambut, maka lahirlah harmoni. Dari jalanan, untuk semua.(*)

 

 

banner 800x800

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *