banner 728x250

Jeritan Pedagang Kecil, Warga Sudirman-Pemuda Tolak Alfamart, Minta DPRD Pasang Badan

banner 120x600
banner 468x60

CYBERPARE.COM,PAREPARE – Penolakan terhadap pembangunan gerai Alfamart kembali mencuat di Parepare.

Warga di pertigaan Jalan Jenderal Sudirman–Jalan Pemuda menyatakan sikap tegas menolak rencana pendirian ritel modern di tengah kawasan permukiman padat UMKM, Sabtu, 2 Mei 2026.

Warga menilai kehadiran Alfamart baru itu mengancam keberlangsungan warung kelontong dan pedagang kecil yang sudah puluhan tahun jadi tumpuan ekonomi keluarga.

“Kami bukan anti pembangunan. Tapi kalau ritel besar masuk sampai ke lorong-lorong, warung kami mati pelan-pelan. Di mana keadilan kata seorang ibu pemilik warung, yang minta namanya tidak ditulis.

Sorotan utama warga adalah jarak gerai yang dinilai terlalu dekat dengan Alfamart eksisting di Jalan Jenderal Sudirman, sekitar Kantor BPJS Kesehatan.

Mereka menduga rencana itu menabrak aturan zonasi ritel modern dan Perda Perlindungan UMKM. “Aturan bilang harus ada jarak minimal. Ini kok seperti dipaksakan DPRD harus cek,” ujar warga lain.

Koordinator aksi, Rudi Mallongi dan Reski Esa Muharram, menegaskan warga tak akan tinggal diam.

“Senin depan kami geruduk DPRD. Kami mau tanya langsung: aturan ini masih berlaku untuk semua, atau hanya tajam ke bawah, tumpul ke atas” tegas Rudi.

Menurut Reski, jika izin tetap terbit meski diduga bermasalah, publik patut curiga. “Ini soal transparansi. Jangan sampai ada karpet merah untuk modal besar, sementara UMKM disuruh bertahan sendiri,” katanya.

Warga menyebut kondisi ekonomi belum stabil pasca pandemi dan kenaikan harga bahan pokok.

Masuknya ritel modern baru dikhawatirkan memicu persaingan tidak sehat dan mematikan pedagang tradisional.

“Omzet kami sudah turun 40%. Kalau Alfamart buka 24 jam di depan mata, tutup sudah,” keluh pedagang rokok di Jalan Pemuda.

Desakan kini mengarah ke DPRD dan Pemkot Parepare.

Warga minta dewan menjalankan fungsi pengawasan panggil dinas perizinan, cek dokumen AMDAL lalin, dan pastikan Perda Zonasi ditegakkan. “Jangan tutup mata. DPRD itu wakil rakyat, bukan wakil pemodal,” ucap Rudi.

Jika aspirasi ini diabaikan, warga khawatir konflik horizontal tak terhindarkan. “Kami tidak mau ribut. Tapi kalau perut sudah ditekan, rakyat bisa lawan,” kata Reski.

Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen Alfamart dan Dinas PTSP Parepare belum memberi keterangan resmi. Bola kini ada di tangan DPRD: berpihak ke warga atau beri jalan mulus ke ritel modern(*)

banner 800x800

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *