CYBERPARE.COM, PAREPARE — Semangat kebersamaan warga mewarnai rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di wilayah RW 008 Lapadde, Kota Parepare, Sulawesi Selatan.
Rangkaian kegiatan yang berlangsung pada 9–16 Agustus 2026 itu diisi beragam perlombaan yang melibatkan anak-anak hingga orang dewasa. Bukan sekadar ajang kompetisi, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi warga dari sejumlah kawasan permukiman untuk mempererat silaturahmi dan membangun kebersamaan di lingkungan tempat tinggal.
Berdasarkan rekapitulasi panitia, sedikitnya 22 kategori perlombaan tercatat dalam rangkaian kegiatan. Perlombaan digelar secara bertahap di sejumlah kawasan, yakni Pepabri, Taman Palem, Bukit Pare Permai, serta Batara/Mangando.
Jenis perlombaan yang digelar cukup beragam. Untuk anak-anak, panitia mengadakan lomba makan kerupuk, mewarnai, adzan, lari kelereng, pecah balon, memasukkan pensil ke dalam botol, lari karung, hingga pertandingan bola mini.
Sementara peserta dewasa mengikuti sejumlah perlombaan seperti menyanyi, tarik tambang, joker, bola mini, voli putra dan putri, domino, memindahkan gelas menggunakan balon, estafet sarung, pukul paku, serta berbaris.
Pertandingan antarkawasan juga menjadi bagian penting dari rangkaian tersebut. Kompetisi olahraga mempertemukan tim dari Taman Palem, BTN Pepabri, BTN Bukit Pare Permai, serta Batara/Mangando dalam suasana kompetitif namun tetap mengedepankan kebersamaan.
Dana Swadaya Warga Capai Rp7,937 Juta
Di balik meriahnya kegiatan, Ketua panitia Sukri menegaskan bahwa seluruh pembiayaan perayaan berasal dari partisipasi dan swadaya masyarakat.
Tidak tercatat adanya bantuan dana dari pemerintah kelurahan maupun pihak eksternal lainnya. Biaya kegiatan dihimpun dari kontribusi warga di sejumlah kawasan yang ikut mendukung pelaksanaan perayaan.
Berdasarkan rekapitulasi donasi yang disampaikan panitia, dana yang terkumpul mencapai Rp7.937.000.
Rinciannya, kontribusi warga berasal dari:
BTN Pepabri: Rp4.030.000
Taman Palem: Rp875.000
Bukit Pare Permai: Rp2.237.000
Batara Graha: Rp700.000
Mangando: Rp95.000
Dengan demikian, total sumbangan masyarakat mencapai Rp7.937.000.
Besarnya dukungan warga menjadi salah satu indikator kuat bahwa perayaan kemerdekaan di tingkat lingkungan masih memiliki daya hidup yang besar ketika dikelola secara gotong royong.
Ketua panitia menyampaikan bahwa rangkaian perlombaan berlangsung dengan baik. Hingga kegiatan berakhir, panitia tidak menerima keluhan berarti dari peserta maupun warga sekitar.
Pelaksanaan kegiatan juga disebut berjalan lancar tanpa gangguan yang berarti.
Puncak rangkaian kegiatan dijadwalkan ditandai dengan pembagian hadiah pada malam hari, 16 Agustus 2026 sekitar pukul 20.00 WITA.
Pembagian hadiah menjadi momentum untuk memberikan apresiasi kepada para pemenang sekaligus menutup rangkaian perlombaan yang telah berlangsung selama sepekan.
Lebih dari Sekadar Perlombaan
Kemeriahan HUT RI ke-81 di RW 008 Lapadde memperlihatkan bahwa perayaan kemerdekaan tidak selalu membutuhkan dukungan anggaran besar. Dengan mengandalkan swadaya dan partisipasi masyarakat, berbagai kegiatan dapat digelar dan melibatkan kelompok usia yang beragam.
Dari anak-anak yang mengikuti lomba tradisional hingga pertandingan olahraga antarkawasan, seluruh rangkaian kegiatan menghadirkan satu pesan yang sama kemerdekaan juga dirayakan melalui kebersamaan di lingkungan masyarakat.
Ketua panitia berharap kegiatan serupa dapat kembali dilaksanakan pada tahun mendatang dengan cakupan yang lebih besar. Harapan tersebut masih merupakan aspirasi, bukan keputusan atau program resmi yang telah ditetapkan.
Namun, semangat yang terlihat dalam rangkaian perayaan tahun ini menjadi modal penting. Ketika warga bersedia bergotong royong, menyumbangkan tenaga dan dana, serta menjaga kebersamaan, perayaan kemerdekaan dapat tumbuh menjadi tradisi sosial yang tidak hanya meriah, tetapi juga memperkuat hubungan antarmasyarakat.
Di tengah hiruk-pikuk perayaan kemerdekaan, semangat itu sesungguhnya sederhana warga berkumpul, saling mendukung, berkompetisi secara sehat, lalu kembali pulang sebagai bagian dari satu lingkungan yang lebih erat.


















