banner 728x250

PBK Angkatan 4 Dibuka di Parepare, Tasming Hamid : Jangan Sekedar Kejar Sertifikat Kuasai Kompetensi, Keterampilan Untuk Menang di Dunia Kerja

banner 120x600
banner 468x60

CYBERPARE.COM, PAREPARE — Pemerintah Kota Parepare bersama Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Pangkep, Kementerian Ketenagakerjaan, kembali memperkuat peningkatan kualitas tenaga kerja melalui Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Angkatan 4 Tahun 2026.

Pembukaan pelatihan ini menjadi penanda dimulainya angkatan keempat program vokasi di Parepare.

Wali Kota Parepare H.Tasming Hamid Dalam sambutannya bertempat di ruang audiotorium Rujab Wali Kota, Rabu (02-09-2026) meminta peserta tidak menjadikan pelatihan sekadar kegiatan seremonial atau mengejar sertifikat. Menurutnya, tujuan utama PBK adalah membentuk keterampilan yang benar-benar dapat digunakan di dunia kerja maupun untuk membangun usaha.

Ia menekankan pentingnya kedisiplinan dan kesungguhan selama mengikuti pelatihan. Ketidakhadiran dan kurangnya keseriusan dapat memengaruhi proses penilaian kompetensi peserta.

“Hadir saja tidak cukup,” menjadi salah satu pesan utama Tasming kepada peserta. Mereka dituntut aktif mengikuti pembelajaran dan praktik agar kompetensi yang diperoleh benar-benar dikuasai.

Tasming menilai perubahan dunia kerja membuat ijazah saja tidak selalu cukup. Tenaga kerja dituntut memiliki keterampilan praktis yang relevan dan mampu beradaptasi dengan kebutuhan industri.

Ia mencontohkan perkembangan pembuatan konten, promosi digital, penjualan, pengemasan hingga transaksi daring. Perubahan tersebut menunjukkan bahwa pekerja dan pelaku usaha harus terus memperbarui kemampuan agar tidak tertinggal, “Ucap Tasming.

“Dunia kerja berubah. Karena itu, keterampilan juga harus terus diperbarui,” menjadi pesan penting yang disampaikan dalam pembukaan.

Selaras dengan hal tersebut Kepala BPVP Pangkajene dan Kepulauan (BPVP Pangkep) Ashari Arifuddin, S.T, M.M dalam laporannya menyampaikan sepanjang Januari hingga Agustus 2026 sebanyak 228 warga telah mengikuti pelatihan berbasis kompetensi di Parepare. Setelah pelatihan, peserta akan mengikuti uji kompetensi. Penilaian dilakukan sesuai mekanisme yang ditetapkan penyelenggara, termasuk melalui penguji yang tidak mengajar peserta yang bersangkutan.

Peserta yang dinyatakan kompeten akan memperoleh sertifikat kompetensi sesuai ketentuan sertifikasi yang berlaku.

Penyelenggara juga melibatkan lembaga pelatihan dan pelaku dunia usaha untuk membantu peserta memasuki tahap setelah pelatihan. Kehadiran pelaku industri diharapkan dapat memperluas peluang kerja maupun pengembangan usaha.

Selain itu, terdapat rencana pengembangan kerja sama dengan Kementerian Sosial. Dalam pemaparan penyelenggara disebutkan sekitar 220 warga Parepare dari desil 1 hingga 4 telah diidentifikasi untuk mendapatkan intervensi sosial.

Salah satu gagasan yang disampaikan adalah memberikan dukungan peralatan kepada peserta setelah memperoleh pelatihan kompetensi. Namun, rencana tersebut masih membutuhkan koordinasi lebih lanjut dengan instansi terkait dan belum menjadi keputusan final.

Penyelenggara juga merencanakan pemantauan pasca pelatihan melalui tim Pusdat. Peserta akan diminta memberikan informasi mengenai kondisi mereka setelah mengikuti pelatihan, termasuk apakah telah bekerja, memasuki industri tertentu, atau mulai menjalankan usaha.

Pemantauan tersebut menjadi penting untuk mengukur dampak program secara nyata bukan hanya berdasarkan jumlah peserta dan sertifikat yang diterbitkan, tetapi juga berdasarkan sejauh mana kompetensi mampu berubah menjadi pekerjaan, usaha, dan kemandirian ekonomi.

Pelatihan itu kini memasuki tahap yang lebih menentukan: mengubah kesempatan menjadi keterampilan, keterampilan menjadi produktivitas, dan produktivitas menjadi jalan menuju kemandirian.

banner 800x800

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *