TAKALAR, Cyberpare.com — Sumanto Dg.Bilu (30) bersama anaknya Bio (11) yang baru duduk di bangku Sekolah dasar dan keponakannya Saidil (10) tenggelam di perairan teluk Laikang.
Dg.Nakku sepupu korban menjelaskan, bermula saat sumanto meninggalkan rumahnya sekitar soreh kemarin jam 03:30 kamis 22/03/2016 saat sumanto mencari rumput laut /agar-agar dengan menumpangi perahu viber yang tidak berjarak sekitar 2 kilo dari daratan di dusun Puntondo Desa Laikang kecematan manggarabombang kabupaten Takalar Namun perahu yang di tumpangi Dg.Bilu terbalik saat di terjang angin di sertai hujan deras,kurang lebih 10 jam ketiga korban di temukan Nelayang bernama Makka dg.tutu jum’at pagi 07/03/2018 dalam keadaan selamat dengan posisi terapung di perairan teluk laikang dengan mengunakan cergen.
Menurut korban, di temui di rumahnya menjelaskan dengan mata berkaca-kaca bahwa saya di bawa ke rumah Makka dg.tutu dan di beri makan karna saya lapar sekali karna seharian saya terapung di laut dan hanya menyantap kepiting mentah dan batang pisang yang hanyut ungkapnya Lanjut dg.Bilu Ia lalu di jemput basarnas di rumah Dg.makka bejumlah 6 orang menggunakan perahu karet,saya pun kemudian di bawa pulang kerumah di desa laikang dusun Puntodo.
Basri, Basarnas Makassar menjelaskan untuk pencarian di lakukan Basarnas 10 kilo dan personil yang di turunkan 10 orang dan di bantu Beberapa personil dari badan penaggulangan bencana kabupaten takalar.
Mappaturung S.Sos selaku Camat manggarabombang menjelaskan “Saya himbau kepada semua masyarakat terkhusus yang di pesisir jangan ada aktifitas dulu di laut ketika cuaca ekstrim karna di desa laikang sendiri sudah terjadi 2 kali kecelakaan laut dan alhamdulillah saya merasa bersyukur karna korban di temukan dalam keadaan selamat.
Kedepanya saya berharap kepada Pemerintah terkait , bisa menganggarkan baju pelampung untuk masyarakat pesisir dengan tujuan mengantisipasi hal-hal yang tidak kita inginkan Sementara Sudirman dangker salah satu aktifis di desa laikang yan sering di sapa Dangker menilai,bahwa badan penanggulan bencana Takalar kurang profesional karna saya lihat tadi malam cuma datang duduk dan foto-foto tampa ada tindakan dan tidak membawa peralatan penyelamatan kepada korban tenggelam Lanjut Sudirman Dangker bahwa kedepannya saya harap tim badan penanggulaan bencana kab takalar harus melengkapi semua peralatan untuk pertolongan pada korban tenggelam.ungkapnya Dangker (Dg / Effendy)


















