banner 728x250

Dihina di Medsos Usai Debat, TP: Kita Istighfar Saja Serahkan Kepada Yang Maha Kuasa

banner 120x600
banner 468x60

PAREPARE, Cyberpare.Com — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Parepare, sukses menyelenggarakan Debat Kandidat Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Parepare, di Gedung Islamic Center, Jalan H Agus Salim, Kamis (29/3/2018) kemarin.

Kedua paslon, Taufan Pawe-Pangerang Rahim (TP) dan Faisal Andi Sapada-Asriady Samad (FAS), beradu program untuk menarik simpati masyarakat.

Acara yang dipandu Ketua Departemen Ilmu Komunikasi Universitas Hasanuddin, Dr M Iqbal Sultan dan melibatkan tiga panelis.

Mengangkat Tema menyangkut hukum pemerintahan, pemerataan ekonomi dan sosiologi perkotaan, debat kandidat dibagi enam sesi dan live di Celebes TV serta disiarkan melalui TV kabel se-Kota Parepare.

Banyak hal menarik tersaji sepanjang debat yang berjalan panas. Kedua pendukung paslon silih berganti memberikan semangat kepada jagoannya.

Perdebatan semakin sengit saat Paslon nomor urut 1 Taufan Pawe-Pangerang Rahim, menyebut Wakil Walikota adalah pembantu Walikota. Pernyataan itu langsung ditanggapi paslon nomor urut 2 Faisal Andi Sapada-Asriady Samad, yang menolak Wakil Walikota dikatakan pembantu Walikota.

Usai debat, beragam pendapat muncul hingga menghiasi pemberitaan di sejumlah media. Mulai pendapat tokoh, pengamat politik, para pendukung dan loyalis kedua paslon, bahkan masyarakat tak mau ketinggalan berkomentar.

Di media sosial (medsos) khususnya facebook, juga dibanjiri berbagai komentar Netizen atau pengguna facebook.

Mendapat serangan berujung pada penghinaan dan celaan dari sejumlah netizen, Taufan Pawe tetap bersabar dan mengaku ikhlas.

“Kita Istighfar saja serahkan kepada yang maha kuasa. Semoga Allah memberi kami kesabaran dan orang yang mencela kami mendapat perlindungan,” kata Taufan.

Namun demikian, mantan praktisi hukum ini menyebut, itu merupakan hak individu dalam menilai seseorang.

“Itu hak mereka, kami tidak ingin membalas hal itu, kami ingin ciptakan suasana rukun berdemokrasi. Dada ini sudah banyak terpaan. Biarlah masyarakat yang menilai. Kami ingin mengabdi tidak untuk mencela,” ujar Taufan. (culk/ardi)

banner 800x800

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *