PALOPO, Cyberpare.com – Sebanyak 290 siswa di SMP Negeri 1 Kota Palopo Sulawesi Selatan, mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dihari pertama yang dibagi kedalam 3 ruang kelas dan 3 sesi waktu ujian. Dari 290 siswa yang mengikuti UNBK di sekolah tersebut, terdapat 240 siswa yang membawa sendiri Laptop dari rumahnya, 50 siswa lainnya disediakan laptop milik sekolah.
Para siswa memilih membawa laptop pribadi dari rumah masing-masing, karena keterbatasan pihak sekolah menyediakan laptop, meski demikian para siswa terlihat lebih nyaman mengerjakan soal dengan lancar.
“Rata rata siswa yang kami fasilitasi laptop sekolah umumnya dari luar daerah, yang berjumlah 50 siswa. Dan dihari pertama UNBK ini dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia, semua berjalan lancar tanpa ada kendala,” kata Rasman, Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Palopo, Senin (23/4/2018).
Pihak sekolah telah mengantisipasi dugaan kecurangan siswa jika terjadi kecurangan, dengan memasang program khusus di laptop siswa,
“Jadi kalau siswa melakukan kecurangan dengan mencari jawaban di laptopnya, maka Program di komputer akan langsung menolak bila terdapat jawaban yang sudah disiapkan oleh siswa dalam laptop,” ujar Rasman.
Pelaksanaan UNBK hari pertama dipantau langsung Pjs Wali kota Palopo, Dinas Pendidikan dan Kepolisian. Sebanyak 3.361 siswa dari 29 sekolah SMP di Kota Palopo mengikuti UNBK, 11 Sekolah terpaksa menumpang di sekolah lain karena tidak terjangkau jaringan internet dengan baik.
“11 sekolah kita bawa ke sekolah terdekat untuk mengikuti UNBK, karena akses internet tidak memadai, dan 11 sekolah tersebut berada di area pegunungan,” jelas Asir Mangopo, Kepala Dinas Pendidikan Kota Palopo.
Pemerintah Kota Palopo menjamin pelaksanaan UNBK tidak terkendala jaringan internet, namun khawatir dengan kendala jaringan listrik, mengingat kondisi cuaca kota Palopo seperti hujan dan angin kencang setiap sore berlangsung yang dapat berpengaruh pada listrik.
“Kalau untuk jaringan internet, kita bisa jamin, dan sampai saat ini masih berlangsung dengan baik dan lancar, yang kita khawatirkan sebenarnya adalah jaringan listrik, jika listrik padam tidak ada aktivitas yang bisa dilakukan, dan sudah kita wanti wanti dari awal, pihak sekolah sudah dianjurkan menyiapkan power suplay dan genset,” ujar Andi Arwien, PJs Wali Kota Palopo.(Amran / Effendy)


















