PALOPO,Cyberpare.Com -– Massa simpatisan pasangan calon Nomor urut 2, Ahkmad Syarifuddin Daud – Budi Sada (Ome-Bisa), mendatangi kantor Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Palopo, Sulawesi Selatan, Rabu (02/05/2018) sore
Kedatangan mereka dalam rangka mempertanyakan sikap Panwaslu Palopo, pasca ditolaknya rekomendasi Panwaslu oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Palopo terkait adanya dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh Paslon nomor urut 1, Judas Amir dan Rahmat Masri Bandaso (JUARA) dengan sanksi pembatalan sebagai calon.
Dalam orasinya, mereka mendesak pihak Panwaslu Kota Palopo segera mengambil langka hukum terkait dengan penolakan rekomendasi tersebut, ke tingkat yang lebih tinggi.
Selain itu, mereka juga meminta agar kelembagaan Panwaslu sebagai lembaga pengawas pemilu sebaiknya membubarkan diri karena sudah tidak berguna lagi dengan ditolaknya rekomendasi yang mereka keluarkan oleh pihak KPU.
“Kami mendesak pihak Panwaslu Kota Palopo agar mengambil langka hukum terkait dengan ditolaknya rekomendasi Panwas oleh pihak KPU. Dan sebaiknya lembaga pengawas pemilu ini sebaiknya membubarkan diri karena sudah tidak dihargai lagi oleh pihak KPU dengan menolak rekomendasi yang mereka keluarkan,” ungkap Jenderal Lapangan, Samsu.
Sementara itu, Syafruddin Djalal yang didampingi oleh dua komisioner Panwaslu Palopo bersama aparat kepolisian saat menerima para pengunjuk rasa mengatakan jika pihak Panwaslu tidak memiliki legal standing untuk melangkah ke lembaga hukum yang lebih tinggi, namun pihaknya siap memberikan kesaksian jika ada pihak yang merasa dirugikan dan melaporkan penolakan pihak KPU ke tingkat yang lebih tinggi.
“Panwaslu tidak memiliki legas standing untuk melanjutkan kasus ini ketingkat yang lebih tinggi, namun jika ada pihak yang merasa dirugikan dan melaporkan ketinggkat yang lebih tinggi kami siap memberikan keterangan dan kesaksian terkait dengan rekomendasi yang kami keluarkan tersebut,” kata Syafruddin Djalal dihadapan seribuan massa.
Selain itu, Dajalal juga menyebutkan jika pihak Panwas Palopo tetap komitmen dengan rekomendasi yang mereka keluarkan sudah sesuai dengan jalur hukum yang ada.
“Kami Panwaslu Kota Palopo, komitmen dengan rekomendasi yang kami keluarkan, sehingga jika dibutuhkan kami siap memberikan keterangan jika diperlukan,” lanjut Djalal yang disambut aplous massa simpatisan Ome-Bisa.
Usai diterima oleh Ketua Panwaslu Kota Palopo, para pengunjuk rasa ini kemudian menyerahkan pernyataan sikap secara simbolik dengan pengawalan ketat aparat kepolisian. (Amran)


















