banner 728x250

3 Taat Didengungkan Taufan Dinilai Cerita “Kosong”

banner 120x600
banner 468x60

PAREPARE, Cyberpare.Com — Tiga Taat yang sering didengungkan Walikota Parepare Taufan Pawe (TP) di beberapa momentun kegiatan era Pemerintahannya dinilai hanya sebuah cerita “kosong”.

Taat azas, taat administrasi, dan taat penganggaran yang hampir tak pernah lepas diucapkan Taufan saat membawakan sambutan di berbagai acara Pemkot, justru bertolak belakang dengan realita proses penyelenggaraan pemerintahan di Parepare.

Terbukti, pembangunan Rumah Sakit Tipe B Plus di Tonrangeng yang sudah memasuki tahun ketiga ternyata belum memiliki Amdal, Pelebaran Jalan Jenderal Sudirman belum cukup sebulan habis masa waktu perpanjangan pekerjaan aspalnya sudah banyak yang hancur terkelupas, pengaspalan di ruas jalan Kesuma Timur yang baru saja dikerjakan di bulan Ramadan lalu malah aspalnya ditumbuhi rumput, dan masih banyak lagi kasus-kasus lainnnya yang tengah bergulir di Polres Parepare

Baru-baru ini, paling menghebohkan dan saat ini menjadi viral adalah insiden Operasi Tangkap Tangan (OTT) Tim Saber Pungli Polres Parepare yang menjaring 5 (lima) pejabat Unit Layanan Pengadaan (ULP) Bagian Pembangunan Pemkot Parepare yang diduga terlibat kasus suap menyuap proyek di ruang ULP, beberapa hari lalu.

Akibatnya, Pemerintahan Taufan Pawe (TP) terus menjadi sorotan tajam. Belum lagi isu pungutan 17 persen fee proyek dari kontrak pekerjaan yang diduga kuat melibatkan dua oknum pejabat Pemkot Parepare, keberadaannya kini ditelusuri Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Parepare.

“Sangatlah memalukan di era pemerintahan TP (Taufan Pawe) yang tidak lain seorang Ahli Hukum sementara bawahannya terindikasi terlibat praktek suap menyuap, padahal seingat saya Walikota (TP) senantiasa menyuarakan taat azas, taat administrasi, dan taat penganggaran kepada bawahannya di berbagai momentum kegiatan Pemkot,” terang Ketua Komisi III DPRD Parepare, S Parman Agoes Mante, Senin (7/8/2017).

Terkait OTT lima pejabat ULP dan isu 17 persen fee proyek yang diduga dipungut dua oknum pejabat Pemkot, kata dia, pihaknya sangat mengapresiasi kinerja Tim Saber Pungli dan memberi kepercayaan penuh terhadap pihak penyidik. Namun demikian, apabila memang hal tersebut terbukti, maka pihaknya akan meminta Walikota agar tidak segan-segan mencopot bawahannya yang terlibat praktek suap. (*)

banner 800x800

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *