banner 728x250

Didapati Kotak Suara  Pakai Stiker Biasa, Diduga Modus Kecurangan Baru Dalam Pilkada

banner 120x600
banner 468x60

PAREPARE, Cyberpare.com — Beragam fakta menarik terjadi pada Pilwalkot Parepare 2018, tak lama berselang proses pemungutan dan perhitungan suara selesai dilakukan di TPS, Rabu (27/6/2018) kemarin.

Kedua kubu Pasangan Calon yang bertarung, yakni Paslon nomor urut 1 Taufan Pawe – Pangerang Rahim (TP), dan Paslon nomor urut 2 Faisal Andi Sapada – Asriady Samad (FAS), masing-masing mengklaim jadi pemenang. Masyarakat Parepare pun bingung melihat aksi konvoi kemenangan yang dilakukan kedua pendukung Paslon.

Ironinnya, beragam modus kecurangan dan dugaan pelanggaran pemilu nampak berjalan secara massive. Selain distribusi C-6 (surat panggilan memilih) dan berbagai kendala di TPS, tim Faisal Andi Sapada – Asriady Samad (FAS) juga menemukan puluhan kotak suara yang tidak tersegel di Kantor Kelurahan dan Kecamatan. Terlebih saat pendistribusian dari kelurahan ke kecamatan, kotak suara diangkut tidak bersamaan bahkan ada yang diangkut menggunakan sepeda motor.

Terbaru, Panwaslu dikejutkan adanya kotak suara yang disegel menggunakan stiker biasa, bukan segel resmi dari KPU. “Sesuai laporan ada 8 kotak suara yang segelnya rusak. Paling banyak di Kecamatan Bacukiki Barat ada 6 kotak suara yang tidak tersegel. Kecamatan Bacukiki 1 dan Ujung 1 kotak suara. Malah ada yang kita dapati kotak suara disegel menggunakan stiker biasa,” jelas Anggota Panwaslu Kota Parepare Divisi Pencegahan dan Hubungan antar Lembaga, Ihdar Radhy, Kamis (28/6).

Ia menegaskan, adanya temuan kotak suara yang tidak tersegel merupakan bentuk pelanggaran Pilkada sesuai peraturan Perundang-Undangan. Pihaknya sudah menindaklanjuti dan menyurati PPS dan PPK yang bertugas di wilayah kerja penemuan kotak suara yang tidak tersegel, untuk dimintai klarifikasi.

“Sesuai aturan, kotak suara yang tidak tersegel merupakan bentuk pelanggaran Pilkada. Kami sudah surati KPPS, PPS dan PPK yang bertugas di wilayah kerja penemuan kotak suara yang tidak tersegel untuk dimintai klarifikasi,” tegas dia.

Anehnya lagi, Daftar Rekapitulasi Perolehan Suara dari kedua Paslon di wilayah Kecamatan Bacukiki dan Bacukiki Barat sudah lebih dulu tersebar di Media Sosial dan group WA tim Paslon yang ditanda tangani oknum Camat tertentu tertanggal Rabu, 27 Juni 2018. Padahal agenda Pleno Rekapitulasi Perhitungan ditingkat Kecamatan baru digelar, Kamis (28/6/2018) hari ini.

Terkait hal ini, tim FAS merasa dirugikan lantaran diduga terjadi secara massive di seluruh Kelurahan di Parepare. Modus kecurangan tersebut berpengaruh signifikan pada tergerusnya suara FAS.

Misalnya, di TPS 11 Bukit Indah Takkalao. Berdasarkan C1 plano milik saksi FAS, TP 132 – FAS 135. Sementara dalam quick count TP, hasilnya justru memenangkan TP 139 sementara FAS tergerus hingga 86 suara.

Apalagi hasil Real Count tim FAS yang tersebar di seluruh TPS, FAS unggul dengan mendapatkan angka 50,82 persen, sementara TP 49,18 persen.

“Kalau FAS dapat 38.115, TP 36.885. Ada selisih 1.230. Ini kita dapatkan tindak partisipasi kurang lebih 78 persen. Data Real Count teman-teman yang kita sebar di setiap TPS dari 300 TPS yang ada. Ini difoto dan C-1 nya sudah dikirimkan ke kita,” ujar Ketua Tim Pemenangan FAS, Yasser Latief.

Soal kubu TP yang juga mengklaim menang, ditanggapi dingin Yasser Latif. “Tidak ada masalah, ini kan masih berproses. Iya kan, hasil akhir kan ada di KPU. Nanti KPU yang akan menetapkan siapa yang memiliki data, siapa yang sesungguhnya pemenangnya,” terangnya.

Yasser menambahkan, tim FAS juga dirugikan terkait C6 di beberapa TPS. “Harus kita persoalkan karena ada banyak TPS orang-orang kita itu dipersoalkan, dipersulit untuk masuk memilih. Ada tidak mendapatkan undangan. Malah Pak Asriady yang seharusnya memilih disini, itu dipersulit oleh Disdukcapil untuk memilih disini, meskipun sesungguhnya itu bisa karena melalui proses,” tambah dia.

“Tim menginstruksikan agar seluruh tim mengawal rekap suara ditingkat kecamatan hingga ke tingkat kota. Dokumen dan foto C-1 plano juga telah diamankan,” pungkasnya. (ardi)

banner 800x800

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *