CYBERPARE.COM, Parepare — Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Fokus Kota Parepare mendatangi Kantor BPJS Parepare untuk mempertanyakan penonaktifan sejumlah kartu kepesertaan BPJS.
Kunjungan Fokus ke Kantor BPJS terungkap masih adanya utang pemerintah kota Parepare ke BPJS.hal itu disampaikan Rusdi Djuraid Wasekjen LSM Fokus yang dihubungi,Sabtu 9 Maret.
Dia mengatakan,pihaknya melakukan klarifikasi untuk mempertanyakan alasan penonaktifan kartu kepesertaan BPJS Masyarakat, dalam klarifikasi,pihak BPJS membeberkan adanya utang pemerintah kota ke BPJS yang belum terbayar sejak 2018 lalu.
“Masih ada utang pemerintah kota sejak Desember 2018 sebesar Rp50 juta dan pada priode Januari-Februari 2019 sekira Rp3 miliar,hal ini sesuai keterangan dari pihak BPJS bagian kepesertaan,”bebernya.
Terkait hal ini, Sekda Parepare Iwaan Asad yang juga Plt Kepala Dinas Kesehatan Parepare membantah adanya utang tersebut.
“Setahu saya tidak ada utang pemkot,tetapi yang belum dibayarkan hingga saat ini adalah Januari – Maret 2019, karena masih tahapan pemberkasan,”akuhnya.
Dia menyebutkan,pemegang kartu BPJS di Parepare sekira 63 ribu peserta.
“Dan dilakukan validasi data dari jumlah tersebut,kami temukan adanya pemegang kartu yang tidak lagi berdomisili di Kota Parepare,selain itu data peserta ada yang sama,maka dilakukan pengajuan untuk di non aktifkan sebanyak,1.799 peserta,”jelasnya.
Menurutnya,untuk dana anggaran untuk iuran BPJS tahun 2019 sebesar Rp17 milliar.
“Ini belum digunakan,dan untuk priode awal tahun ini,masih proses pemberkasan dan akan kembali normal pembayarannya pada awal April mendatang” jelasnya. (Effendy)


















