PAPAREPARE, CYBERPARE.COM – Demo mengangkat isu Korupsi dengan membawa BH sebagai simbol lemah, masih terus menjadi Polemik di Kota Parpeare. Aktivis Perempuan Kota Parepare yang tergabung dalam Koalisi Perempauan Indonesia ( Kota Parepare) dan Koalisi Perempuan Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, menganggap penyimbolan itu adalah pelecehan terhadap perempuan.
“ Aksi Protes Kami dari Koalis Perempuan Indonesia menganggap Simbol BH Sebagai Simbol lemah, itu kami anggap pelecehan terhadap kaum wanita. Jika Mereka Mendemo Isu Korupsi di Tahun Politik, Boleh Kah, di tahun Politik ini Kami perempuan mengkampanyekan Jangan Pilih Caleg yang melechkan Kaum Perempuan.” Kata Andi Nilhawati.
Lanjut Andi Nilha, jika Pihaknya yang tergabung dalam Koalisi Perempuan Indonesia yang juga Aktivis Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK), yang telah jauh hari sebelumnya mendemonstrasikan Korupsi Tanpa Teriak, kepada ribuan perempuan di Kota Parepare, juga melakukan kampanye jangan pilih caleg yang melecehkan Perempuan.
“ Jauh Hari sebelumnya Kami malah lebih dulu mengkampanyekan anti korupsi kepada ribuan perempuan di Kota Parepare. Bagaimana jika ribuan perempuan Parepare itu diajak untuk tidak memilih caleg yang dianggap melecehkan perempuan. Ingat ada 50 persen DPT Parepare adalah Perempuan. “ Tegas Nila.
Andi Nilhawati berharap, Jika siapa yang hendak mendemo Pakaila simbol simbol yang tidak melecehkan siapapun.
Sementara itu Data yang diperoleh dari KPU Kota Parepare, Sulawesi Selatan Jumlah Pemili Perempuan dengan rincian perdapil antara lain :
Pemilih Perempuan Per Kecamatan
- Bacukiki Barat : 16.103
- Bacukiki : 791
- Ujung : 11.762
- Soreang : 16.597
Total Pemilih Perempuan: 28.359


















