CYBERPARE.COM, PAREPARE, – Pernikahan dibawa umur, yang sempat Viral di Media Sosial Sulawesi Selatan. Asnur Azis umur 16 tahun, warga Lanyer, Kelurahan Galung Maloang, Kecamatan Bacukiki Kota Parepare akhirnya mempersunting kekasihnya Diva Almagvira umur 14 tahun, warga Kabupaten Sidrap, dianggap oleh Aktivis sebagai Eksploitasi terhadap anak.
Hal itu diungkap Aktivis Pemerhati anak Kota Parepare, Rahmat S Lulung menilai pernikahan usia dini adalah hal yang tak bisa dibenarkan menurut aturan perundang undangan.
“ Pernikahan usia dini itu merupakan eksploitasi terhadap anak, Orang tua, Pihak pihak yang menikahkan itu tidak mematuhi aturan yang berlaku. Terlepas dari alasan mereka mengharusan mereka menikahkan anaknya,” Kata Rahmat S Lulung, Selasa (05/03/2019).
Kata Rahmat S Lulung, Tingkat Pendidikan di Pedesaan agak berbeda dengan daerah Perkotaan, biasanya di Sulawesi Selatan, selain karena Faktor adat, pihak orang tua juga segera menikahkan anak mereka karena alasan yang beragam, makanya itu Pemerintah mengeluarkan Dispensasi.
“ Menikah sejak dini, termasuk larangan dari undang undang, Pemerintah melarang, selain karena kondisi kesehatan sang Wanita, juga faktor laki laki yang masih sulit menafkai keluarga, juga karena alasan masih labilnya cara berfikir manusia yang masih sangat belia, “ Tutur Rahmat.
Sementara itu, Aktiivis Perlindugan Peremapuan dan Anak Kota Parepare, Sulawesi Selatan, Andi Nilha Ridha, mengaku telah melakukan Pendampingan terhadap kedua anak yang menikah sejak dini.
“ Kita sementara Fokus melakukan Pendampingan terhadap keduanya, “ Singkat Nilha, melalui Pesan Singkat Whats App.
Kepala Kecamatan Bacukiki Barat, Kota Parepare, Sulawesi Selatan, Iskandar Nusu, saat melakukan kunjungan ke rumah kedua anak itu, mengaku akan melakukan pemantauan terhadap kedua pasangan suami istri muda itu, khususnya kepada sang laki laki, agar segera mendapatkan pekerjaan dan bisa menafkai keluarga.
“ Menurut Ibu dari anak itu, anaknya kini putus sekolah. Pihak keluarga berencana akan mengajarkan anak anak mereka bercocok tanam agar bisa belajar menafkai keluarga kelak. Dari Pemerintah kita rencananya mengajak anak itu, agar bisa mengikuti kegiatan belajar luar sekolah, atau semacam pelatihan ketenaga kerjaan, “ Kata Iskandar Nusu. (mas)


















