15 Tersangka Narkoba, Diamankan Polisi 3 Bulan Terakhir

IMG 20180412 WA0051 735x400 - 15 Tersangka Narkoba, Diamankan Polisi 3 Bulan Terakhir

LUWU, Cyberpare.com — Sepanjang triwulan pertama tahun 2018 ini, kerja jajaran Satnarkoba Polres Luwu kerja keras berantas peredaran dan penggunaan Narkob, upaya yang  dilakukan tidak hanya upaya preventif namun juga penindakan hukum sesuai ketentuan yang ada.

Hal itu diungkapkan Kapolres Luwu, AKBP Dwi Santoso SIK,   saaat menggelar jumpa pers di salah satu warung kopi di Belopa, Kamis (12/4/18).

Didampingi Kasat Reskrim, AKP Faisal Syam, Dwi menjelaskan bahwa pengungkapan kasus tindak pidana yang dilakukan pihaknya sepanjang tiga bulan pertama ini terfokus pada penyalahgunaan narkotika, pembunuhan, dan pencurian kendaraan bermotor. Sebab, tiga kasus ini yang paling menonjol.

“Untuk Satresnarkoba dalam kurun waktu tiga bulan terakhir telah berhasil mengungkap sembilan kasus penyalahgunaan narkotika. Dengan menangkap 15 pelaku. Sepuluh diantaranya merupakan pengedar dan lima lainnya pemakai,” tutur Kapolres Luwu, AKBP Dwi Santoso.

Dari tangan para pelaku, berhasil diamankan 10,116 gram sabu, beserta dengan barang bukti lainnya berupa aluminium foil, telepon genggam berbagai merek, uang tunai hasil penjualan sabu, sachet sabu, sendok sabu, alat isap sabu, jarum sumbu, korek api, dan tas diduga tempat mengimpan sabu.

“Ke-15 tersangka yang kita amankan itu masing-masing Ali (Luwu), Wokkong (Wajo), Burhan (Wajo), Kurnia (Luwu), Kamaruddin (Luwu), Gunawan (Palopo), Abdul Rahman (Luwu), Erwin (Luwu), Ardiansah (Pinrang), Andi Safriansyah (Luwu), Kaswanto (Luwu), Herman (Luwu), M Fahmi (Luwu), Kurniawan (Luwu), dan Mistam (Luwu).

Mereka ini diamankan dengan barang bukti berVariasi, ada yang mengantongi satu sachet, tiga sachet, lima sachet, enam sachet, dan bahkan di tangan tersangka Kurniawan dan Mistam diamankan dengan sembilan sachet sabu,” jelasnya.

Menurut Dwi, pihaknya terus mengembangkan kasus ini guna membentuk jaringan lainnya yang diduga masih berkeliaran di wilayah Kabupaten Luwu maupun jaringan luar daerah.

“Upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika ini juga dilakukan melalui langkah preventif. Yakni, rutin sosialisasi ke masyarakat dan pelajar tentang bahaya bagi kesehatan, psikologi, dan tindakan hukumnya. Mari jauhi narkotika karena tidah hanya merusak diri pribadi nakunnjuga keluarga. Sayangi diri dan khususnya keluarga, seperti istri, anak dan saudara kita,” harapnya.(Amran / Effendy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *