banner 728x250

211 Peserta Dilatih, BLK Parepare Masih Berjuang dengan Peralatan Lama dan Fasilitas Terbatas.

banner 120x600
banner 468x60

CYBERPARE.COM, PAREPARE — UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Parepare bekerja sama dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Pangkep kembali memperkuat program peningkatan kompetensi tenaga kerja melalui pelatihan Batch 4 yang dibuka di Parepare, Rabu (26/8/2026).

Pelatihan Batch 4 tersebut terdiri atas tujuh paket pelatihan. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian program pelatihan vokasi yang sepanjang tahun 2026 telah menjangkau ratusan peserta di Kota Parepare.

Kepala UPTD BLK Parepare, Normawardy, S.T., mengatakan hingga pelaksanaan Batch 4, pihaknya telah menyelenggarakan 11 paket pelatihan dengan total 211 peserta. Setiap paket pelatihan dialokasikan untuk 16 peserta.BLK01

Menurut Normawardy, alokasi awal pelatihan pada tahun ini hanya mencakup empat paket. Rinciannya, satu paket pada Batch 1, dua paket pada Batch 2, dan satu paket pada Batch 3.

Namun, terdapat tambahan tujuh paket yang kemudian diprioritaskan untuk pelaksanaan Batch 4. Adapun tiga paket lainnya direncanakan masuk dalam Batch 6 sebagai batch terakhir pada tahun ini.

Sementara itu, pelaksanaan Batch 5 berpeluang ditiadakan karena pertimbangan waktu. Jadwal Batch 5 dinilai terlalu berdekatan dengan Batch 4, bahkan berpotensi dimulai sebelum rangkaian Batch 4 berakhir.

Di tengah peningkatan jumlah peserta pelatihan, UPTD BLK Parepare masih menghadapi persoalan keterbatasan sarana dan prasarana. Sejumlah peralatan pelatihan disebut telah berusia lama sehingga membutuhkan penggantian maupun penambahan.

Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan dalam memastikan peserta memperoleh pengalaman pelatihan yang optimal, terutama pada bidang-bidang yang membutuhkan fasilitas praktik secara langsung.

Persoalan fasilitas juga disampaikan sejumlah peserta Batch 2. Mereka mengungkapkan bahwa bengkel otomotif belum memiliki fasilitas toilet sehingga peserta harus menggunakan toilet ditempat lain. Beberapa lokasi pelatihan lainnya juga dilaporkan belum memiliki toilet.

Menurut pihak UPTD BLK Parepare, kebutuhan perbaikan fasilitas telah menjadi perhatian dan sebelumnya telah disampaikan kepada pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

BLK Parepare disebut telah mengajukan dukungan kepada Kementerian Ketenagakerjaan. Namun, pembangunan atau perbaikan gedung tidak dapat sepenuhnya dibiayai kementerian karena bangunan tersebut bukan merupakan aset Kementerian Ketenagakerjaan.

Dengan demikian, kebutuhan pembangunan dan pembenahan gedung menjadi bagian yang perlu mendapat perhatian pemerintah daerah.

Selain infrastruktur, kebutuhan peralatan pelatihan juga menjadi persoalan tersendiri. Dukungan peralatan dari pemerintah pusat dimungkinkan tersedia, tetapi BLK milik pemerintah daerah menghadapi persaingan dengan berbagai lembaga pelatihan lainnya.

Normawardy menyebut terdapat lebih dari 3.000 BLK di Indonesia yang membutuhkan dukungan pengembangan sarana dan prasarana.

Dukungan peralatan terakhir yang dilaporkan diterima BLK Parepare adalah pada 2011 untuk bidang menjahit. Dalam perkembangannya, dukungan pemerintah pusat pada periode tertentu lebih banyak diarahkan kepada BLK komunitas yang dibangun di berbagai daerah.

Kondisi tersebut membuat kebutuhan pembaruan peralatan di BLK pemerintah daerah semakin mendesak, khususnya untuk menyesuaikan fasilitas pelatihan dengan kebutuhan dunia kerja.

Karena itu, UPTD BLK Parepare berharap pemerintah daerah dapat memberikan dukungan terhadap pembenahan sejumlah fasilitas dasar. Kebutuhan tersebut antara lain perbaikan bangunan bengkel dan aula, penyediaan pendingin ruangan, pembangunan toilet pada bengkel yang belum memilikinya, serta perbaikan cat, lantai, dan bagian bangunan lain yang mengalami kerusakan.

Selain keterampilan teknis, pembukaan pelatihan Batch 4 juga diisi dengan materi yang diarahkan untuk membentuk karakter dan kesiapan peserta memasuki dunia kerja.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.40 Wita hingga 15.30 Wita itu menghadirkan tiga materi utama.

Materi pertama berupa soft skill melalui pembekalan Fisik, Mental, dan Disiplin (FMD) yang diberikan personel Koramil 1405-03/Bacukiki.

Materi kedua mengangkat pengenalan budaya leluhur Sulawesi yang disampaikan budayawan Parepare, Ibrahim. Sementara materi ketiga membahas kiat pengembangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM), yang disampaikan Kepala Bagian Koperasi dan UKM Dinas Ketenagakerjaan Parepare, H. Saharuddin.

Rangkaian materi tersebut menunjukkan bahwa pelatihan vokasi tidak semata-mata diarahkan pada penguasaan keterampilan teknis. Peserta juga dibekali aspek kedisiplinan, pemahaman budaya, serta wawasan kewirausahaan sebagai modal menghadapi dunia kerja maupun membuka peluang usaha secara mandiri.

Bagi Parepare, keberlanjutan pelatihan vokasi menjadi penting di tengah kebutuhan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Namun, efektivitas program pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh jumlah peserta dan paket pelatihan, melainkan juga oleh kesiapan fasilitas, kualitas peralatan, serta dukungan berkelanjutan dari pemerintah.

Di sinilah pembenahan UPTD BLK Parepare menjadi lebih dari sekadar persoalan gedung dan peralatan. Ia merupakan investasi untuk memastikan setiap peserta yang datang membawa harapan pulang dengan keterampilan yang benar-benar relevan dan mampu menjadi bekal memasuki dunia kerja.

 

banner 800x800

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *