CYBERPARE.COM, MAMUJU — Pasca gempa bumi yang berpusat di Majene, Sulawesi Barat, pada Jumat (15/1/2021)
dengan kekuatan 6,2 Magnitudo menelan korban jiwa.
Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Barat, Darno Majid menyebutkan, hingga Jumat kemarin, dari 27 orang meninggal, 18 diantaranya di Majene dan 9 orang di Mamuju tewas usai tertimpa reruntuhan material bangunan yang ambruk saat gempa, Sabtu (16/1/2021).
“Dari gempa yang sangat luar biasa yang berdampak kepada dua Kabupaten yang terdekat yaitu di Kabupaten Majene dan Kota Mamuju,” ungkapnya.
Kata dia, saat ini BPBD belum mendapatkan data pasti terkait jumlah warga yang mengungsi di dua kabupaten tersebut.
“Pengungsi ini tersebar di beberapa daerah di pegunungan. Ada di depan rumah jabatan, kemudian ada pengungsi di bukit,” ujar Darno.
Lebih lanjut Darno mengatakan, di Mamuju, selain gedung perkantoran, hotel, dan pusat perkantoran yang ambruk, ada juga rumah warga yang mengalami kerusakan cukup parah.
“Kemudian kantor Gubernur sendiri mengalami kerusakan yang sangat parah, diantaranya setengah dari kantor itu ambruk, dan di belakangnya retak. Mungkin saja saat ini sepertinya memang sudah tidak bisa lagi ditempati, apalagi kita mengantisipasi kemungkinan gempa susulan,” tandasnya.
Dia menyebut ada 10 rumah warga yang rata dengan tanah, sekitar 100 lebih rumah rusak berat dan ringan, serta beberapa ruko yang turut ambruk. (AU)


















