Editor : Ardiansyah
PAREPARE, Cyberpare.Com — Penunjukan H Syamsul Latanro (HSL) sebagai Ketua Markas Cabang Laskar Merah Putih (Macab LMP) Kota Parepare adalah keputusan yang sangat tepat diambil Markas Daerah LMP Sulawesi Selatan.
Betapa tidak, meski belum dilantik secara resmi bersama sejumlah Macab LMP Daerah lainnya, HSL telah menunjukkan loyalitasnya membesarkan Ormas LMP. Beberapa gebrakan dan kegiatan yang dilakukan Macab LMP Parepare sejak dikomandoi HSL, langsung memboming dan mendapat apresiasi tinggi dari Mada LMP Sulsel hingga Markas Besar LMP Pusat.
Baru-baru ini, Pimpinan dan pengurus Macab LMP Kota Parepare melakukan rapat konsolidasi, terkait pemantapan program dan persiapan pelantikan Ketua dan pengurus baru yang bakal dipusatkan di Kota Parepare dalam waktu dekat.
Kegiatan yang berlangsung di Sekretariat Macab LMP, Jalan Mattirotasi Kota parepare ini merupakan pertemuan Ormas Laskar Merah Putih sejak dinahkodai H Syamsul Latanro (HSL) sebagai ketua Macab.
HSL yang juga pengusaha pelayaran terkemuka ini memegang tongkat komando Macab LMP Kota Parepare atas penunjukan pengurus Mada LMP Sulawesi Selatan, dengan SK No: A.002/SK/MadaSulsel/LMP/IX/2017.
Pada kesempatan itu, di depan para pengurus LMP Kota Parepare, HSL yang juga Ketua Club Otomotiv ternama Pare’s Jip Club (PJC) ini mengungkapkan, bahwa keberadaan Macab LMP di Kota Parepare ini tentunya melalui suatu proses perjalanan panjang.
“Sebelumnya ada beberapa orang yang bolak balik ke Makassar dengan tujuan mengambil ormas LMP ini untuk menjadi Ketua Macab di Parepare. Namun pengurus Mada LMP Sulawesi Selatan telah menunjuk kami untuk memegang Macab LMP Kota Parepare. NKRI Harga Mati,” pungkas HSL.
Dalam pertemuan itu, dihadiri seluruh pengurus Macab LMP Kota Parepare, diantaranya Ketua Harian Macab LMP sekaligus Panglima Laskar yang juga Wakil Ketua PJC Parepare, H Irsyam Syamtoso dan Sekretaris Macab LMP Bachtiar Syarifuddin.
Baru-baru ini, Macab LMP Parepare kembali dibicarakan pasca kegiatan Nonton Bareng (Nobar) Film G30S/PKI yang dilaksanakan di Islamic Centre, Kamis (28/9/2017) malam. Ribuan masyarakat Parepare pun tumpah ruah memadati gedung berkapasitas 1000 orang itu.
Tidak sedikit masyarakat harus rela berdiri di luar gedung menyaksikan film yang mengisahkan peristiwa pemberontakan PKI pada 30 September 1965 silam. (ardi)


















