CYBERPARE.COM, PANGKEP — Menikah dengan seorang polisi otomatis menjadikan seorang istri tergabung dalam keanggotaan Bhayangkari. Janji sehidup semati mengarungi bahtera rumahtangga pun seolah menjadi sangat formal karena ditambah dengan kesediaan seorang istri untuk mendukung tugas suami dalam bekerja melindungi, mengayomi, serta melayani masyarakat.
Tetap setia mendampingi suami, bersedia ditempatkan di seluruh Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ditengah iklim reformasi kepolisian yang sangat dinamis, Sang Bhayangkara yang gagah berani tetap seorang manusia biasa yang sering dihadapkan dengan masalah dalam kehidupannya.
Peran Bhayangkari pun semakin krusial, mulai harus rela ditinggal piket malam, ditinggal tugas ke luar daerah, sampai harus rela mengorbankan hari libur untuk tidak berkumpul bersama keluarga karena harus selalu siaga melayani masyarakat.
Dunia Bhayangkari merupakan dunia yang rumit dan kompleks. Seorang Bhayangkari dituntut untuk memiliki kesabaran, kesungguhan, kesetiaan, keterampilan, kemampuan, dan keluasan pengetahuan. Pada umumnya Bhayangkari mampu dalam mengorganisasi ide dan pemikirannya ke arah yang positif.
Seperti hal positif yang dilakukan oleh ibu-ibu Bhayangkari Polsek Bungoro Polres Pangkep dengan menggelar tatap muka di Kantor Ranting Bhayangkari Polsek Bungoro serta melakukan berbagai kegiatan lainnya, seperti mengasah keterampilan mengolah kemampuan dengan menggoreng jamur kuping menjadi cemilang.
Kegiatan yang digelar oleh Ranting Bhayangkari Bungoro Pangkep ini untuk menjalin silaturahmi serta kekompakan dan kebersamaan antar sesama pengurus dan anggota Bhayangkari. Sabtu, 8/2/2020
Ketua Ranting Bhayangkari Bungoro Ny. Erna Hari Suwita mengatakan, kegiatan ini kita gelar untuk jan silarurahmi dengan ibu-ibu penggurus dan anggota Ranting Bhayangkari Polsek Bungoro.
“Kegiatan ini sengaja dilaksanakan guna menjaga
kekompakan dan kerjasama antar ibu-ibu Bhayangkari Polsek Bungoro,” ucap Ny. Erna Hari Suwita
Sementara, Kapolsek Bungoro AKP Suwita mengakatakan, sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan ibu-ibu Bhayangkari Ranting Bungoro.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat dan bernilai positif, selain itu juga untuk menumbuhkan rasa kerjasama dan juga bisa melihat sejauh mana kemampuan para ibu-ibu Bhayangkari dalam memasak, kita juga melihat kekompakannya serta menilai kerapian dan kebersihan serta cita rasanya,” tutur AKP Hari Suwita. (MCD)


















