PALU, Cyberpare.com — Pasca Bencana Gempa Donggala dan Tsunami Kota Palu, kini Pihak Relawan dan Tim Sar mendata sudah kurang lebih 1.193 Korban jiwa, relawan dan aktifis Kemanusiaan Arham Rasyid, memberikan gambaran kondisi terkini kondisi kota Palu pasca terjadinya Gempa 7,4 Magnetindo di Donggala dan Tsunami di Palu. Jum, at petang 28 September lalu.
Akibat gempa dan Tsunami, Jaringan listrik ke Kota Palu, terganggu menjadikan Kota Palu dan sekitarnya seperti Kota Mati, penerangan tidak ada dan sinyal komunikasi telepon susah, yang menjadi kendala sejumlah.warga yang selamat dari Bencana belum bisa menghubungi keluarganya.
Penjarahan terjadi di mana-mana. Toko-toko dan warung tutup, bahan bakar minyak langka, pasokan air minum susah, bahkan ada oknum Pengusaha yang memanfaatkan situasi hingga menjual air 100 ribu rupiah pergalon.
Ditengah bencana itu, tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan Sekolah Relawan sudah tembus ke Palu, tapi ada juga yang Gadarullah masih tertahan seperti teman-teman dari Rombong Sedekah, dan lain-lain.
Bandara udara Sis Aljufri, tutup. Ada penerbangan hercules tapi antri, prioritas untuk tenaga medis.
Arham Rasyid berharap, Untuk yang mau menyalurkan bantuan, pastikan tidak membebani relawan. Jangan terlalu banyak pakaian apalagi yang belum disortir. Mereka lebih butuh selimut, tenda, obat-obatan, serta makanan dan minuman.
Dijelaskanya ada beberapa titik, pengungsian di lapangan Universitas Tadulako ribuan orang butuh tenda, kemarin sempat kehujanan, Daerah Petobo, Biromaru, Jono Oge dan Sidera banyak korban terendam lumpur setinggi 3 meter, butuh bantuan evakuasi.
Ia mengharapkan para relawan dan Tim Sar, proses efakuasi sebaiknya tidak Fokus hanya daerah kota (pantai dan taman Ria), karena banyak daerah di Palu selatan yang belum tersentuh.
Sementara, reruntuhan gempa di Hotel Roa-roa yang runtuh diperkirakan banyak korban masih hidup, terdengar suara-suara di reruntuhan. Demikian juga hotel Mercure, ada korban yang update status minta tolong dari balik reruntuhan. Di hotel Swissbel juga ada yang masih terjebak dalam kamar.
Duka cita yang mendalam untuk saudara-saudara kita di lokasi bencana. Semoga bantuan dari semua pihak segera berdatangan. Bagi kita yang tidak terkena musibah, jangan lupa bantu meringankan beban mereka, harap Arham Rasyid. (Arh / Effendy)


















